Bagikan

Kadin Indonesia Ungkap RI Miliki Potensi Jadi Penggerak Ekonomi ASEAN

Poin Penting

Indonesia Berpotensi Jadi Penggerak Ekonomi ASEAN.
Pemerataan Ekonomi Daerah Masih Jadi Tantangan.
Dorongan Kolaborasi Pengusaha Muda dan Pemerintah Daerah.

JAKARTA, investortrust.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi menjadi penggerak ekonomi dari Association of Southeast Asian Nations (Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara) atau ASEAN.

 
Hal itu diungkapkan Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie saat memberikan sambutan pembukanya dalam acara HIPMI-Danantara Indonesia Business Forum 2025 di Grand Ballroom Kempinksi Hotel, Jakarta, Senin (20/10/2025).
 
"Tentu banyak yang bicara, ngapain sih pikir jauh-jauh ke ASEAN?. Di Indonesia saja kita masih berjuang, ngapain jauh-jauh sampai ke ASEAN?. Kalau saya jawab, bahasanya adalah tanggung kalau kita berpikir kecil," ujar Anindya.
 
Sejalan dengan hal tersebut, Anindya pun mencontohkannya dengan sejumlah presiden dari negara yang tergabung dalam BRICS yang akan datang ke Indonesia dalam waktu dekat, seperti Afrika Selatan dan Brazil. Menurut Anindya, kedatangan mereka ke Indonesia adalah karena ingin melihat peluang yang ada di Tanah Air.
 
"Nah, mereka datang jauh-jauh sebagai tonggak dari BRICS, Brazil, Rusia, India, South Africa, ada di Indonesia karena pengen melihat peluang di Indonesia.
Jadi kalau Indonesia tidak berpikir regional tanggung. Saya berpikir seperti ini, saya baru balik dari Papua, empat dari enam provinsi. Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah, dan juga Papua Inti. Nah, di sana sama," ungkap Anindya.
 
 
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie (kedua kanan) saat menerima cinderamata dari Ketua Umum HIPMI Akbar Himawan Buchari (kedua kiri) seusai acara HIPMI-Danantara Indonesia Business Forum 2025 di Jakarta, Senin (20/10/2025). Foto: Investortrust/Dicki Antariksa.
 
 
Anindya menjelaskan, dari kunjungannya ke sejumlah provinsi di Papua tersebut, pada intinya adalah mereka mengeluhkan bahwa dari Rp 3.600 triliun Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang biasanya sepertiganya untuk daerah, ini terpotong rata-rata 30%.
 
"30% dari Rp 1.300 triliun yang kurang lebih Rp 400 triliun. Jadi kalau kita ke daerah dan teman-teman disini pasti ada dari HIPMI provinsi ngerasa kok kering?. Karena memang istilahnya dana dari pusat itu tanggung dihemat," jelas Anindya.
 
Oleh karena itu, Anindya membeberkan bahwa sejumlah provinsi membutuhkan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan Kadin untuk selalu bersama.
 
"Kenapa? Jangan sampai cepat-cepat dari provinsi ini pimpinan-pimpinannya langsung menaikkan PBB. Tapi bersama dengan itu kalau kita tahu cara berbicaranya yang terjadi, pemimpin-pemimpin provinsi ini atau gubernur dalam hal ini, bahkan juga bupati, mereka mendambahkan pengusaha-pengusaha untuk investasi dan juga berdagang. Dan di Kadin, pasti sama dengan HIPMI, kita mengatakan yang paling penting itu pelakunya," ucap Anindya.
 
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie memberikan kata sambutan dalam acara HIPMI-Danantara Indonesia Business Forum 2025 di Jakarta, Senin (20/10/2025). Foto: Investortrust/Dicki Antariksa. 
 
Lebih lanjut, Anindya pun menggambarkannya dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membuat 30.000 dapur atau SPPG. Menurut Anindya, program ini terus berjalan terlepas ada juga masukan untuk lebih baik dari sisi makanan, karena pemerintah memberikan kesempatan kepada swasta untuk membuat dapur. 
 
"Tapi diberikan juga kepastian untuk pembayaran sampai hari ini. Nah, yang terjadi ini jalan. Sudah terjadi 12.000 dapur atau SPPG," terang Anindya.
 
Anindya menambahkan, pelaku di HIPMI selalu lebih cepat daripada asosiasi dan himpunan lainnya. Menurut Anindya, hal itu dikarenakan tidak takut mencoba dan tidak takut untuk gagal.
 
"Karena menurut saya kalau gagal ya bangkit saja lagi. Toh, ada kakak-kakaknya banyak. Ada saya, ada Pak Rosan, ada Pak Bahlil, ada Pak Akbar. Tinggal tanya. Ada Pak Angga, Pak Antoni, dan lain-lain. Jadi pesan saya, jangan takut bermimpi paling tidak regional," pesan Anindya.
The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024