Fondasi Ketahanan Energi Mulai Terbangun dalam 1 Tahun Pemerintahan Prabowo
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Anggota Komisi XII DPR Jamaludin Malik menyampaikan apresiasi terhadap capaian sektor energi dalam 1 tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, fondasi kemandirian energi mulai terbangun.
Dia menilai, melalui berbagai program yang dijalankan pemerintah, termasuk oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menjadi hal yang substansial menuju kemandirian energi dan pemerataan energi terhadip seluruh masyarakat di Tanah Air.
Baca Juga
Gunung Lawu Dikecualikan dari Proyek Panas Bumi, Ini Penjelasan ESDM
“Dalam 1 tahun terakhir, kita melihat pemerintah tidak hanya fokus pada proyek besar, tetapi juga memperhatikan fondasi energi rakyat. Program listrik desa, pengembangan biodiesel, hingga legalisasi sumur minyak rakyat adalah langkah maju yang patut diapresiasi,” ujar Jamaludin Malik, Senin (20/10/2025).
Jamaludin memandang, keberhasilan program Listrik Desa dan Desa Terang telah membuka akses energi di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), termasuk melalui pembangunan PLTS komunal dan jaringan distribusi PLN.
Menurut dia, kehadiran listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi membuka peluang ekonomi desa dan mendukung pendidikan serta kesehatan masyarakat setempat.
Lebih lanjut, Jamaludin menyoroti pentingnya keberlanjutan kebijakan bahan bakar nabati melalui Biodiesel B40 menuju B50, yang dinilainya tidak hanya memperkuat ketahanan energi, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan petani sawit di berbagai daerah. “Kebijakan biodiesel ini menjaga harga sawit rakyat tetap stabil. Ketika energi terhubung dengan perkebunan, maka ekonomi desa ikut bergerak,” ungkap Jamaludin.
Selain itu, dia mengapresiasi langkah awal implementasi Bioetanol E10 yang berbasis tebu, singkong, dan jagung. Menurutnya, diversifikasi energi berbasis pertanian ini membuka peluang investasi pabrik bioenergi di daerah, sekaligus menciptakan pasar baru bagi komoditas pangan nasional.
Baca Juga
Kendati demikian, Jamaludin menekankan pentinya penguatan implementasi di lapangan agar manfaat kebijakan benar-benar dirasakan oleh masyarakat kecil. Ia mendorong agar proses transisi energi menuju energi baru terbarukan (EBT) dilakukan secara bertahap, tanpa meninggalkan kelompok rentan dalam perubahan.
“Pemerintah sudah berada di jalur yang tepat. Tugas kita di DPR adalah memastikan setiap kebijakan energi sampai ke dapur rakyat, bukan hanya berhenti di meja regulasi,” pungkasnya.

