Semua Produk BBM Pertamina Lulus Uji Kualitas, 'Enggak' Ada Cerita RON Kurang
Poin Penting
|
CILACAP, Investortrust.id – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) menegaskan seluruh produk bahan bakar minyak (BBM) yang dihasilkan telah melalui proses uji kualitas ketat sebelum dipasarkan. Proses pengujian ini dilakukan di setiap kilang, termasuk Kilang Cilacap di Jawa Tengah, guna memastikan BBM memenuhi standar spesifikasi yang telah ditetapkan pemerintah dan standar internasional.
General Manager (GM) Refinery Unit (RU) IV Kilang Cilacap Pertamina Wahyu Sulistyo Wibowo mengatakan, kilang yang ia pimpin memproduksi seluruh jenis BBM mulai Perta Series, solar, Avtur, hingga Sustainable Aviation Fuel (SAF), bahan bakar pesawat berbasis minyak jelantah yang ramah lingkungan.
Baca Juga
Dirut Pertamina Tanggapi Menkeu Purbaya soal Kilang Minyak di Indonesia
Menurut Wahyu, setiap produk BBM diuji di laboratorium internal sebelum didistribusikan ke pasar. Salah satu tahap penting adalah penentuan research octane number (RON) menggunakan mesin cooperative fuel research (CFR), perangkat berstandar internasional yang berfungsi menguji ketahanan bahan bakar terhadap knocking atau detonasi pada mesin.
“Mesin ini mensimulasikan pembakaran di dalam mesin kendaraan dengan mengontrol tekanan, suhu, dan rasio kompresi secara ketat. Dengan begitu, hasil pengujian memastikan kualitas bahan bakar sesuai standar,” ujar Wahyu dalam media visit yang diikuti Investortrust.id, di Cilacap, Sabtu (18/9/2025).
Ia menegaskan, seluruh produk yang diuji harus memiliki kualitas minimal sesuai spesifikasi, bahkan sering kali melebihi standar. “Contohnya, Pertalite dengan RON 90 hasilnya bisa mencapai 90,1 atau 90,2. Kalau hasilnya di bawah 90, pengujian diulang dari awal hingga sesuai,” jelasnya.
Baca Juga
Plaju, Kilang Tertua Pertamina Catat Produksi 12 Juta Barel Gasolin dan 'Gasoil' hingga Agustus
Wahyu menambahkan, KPI tidak pernah menjual produk di bawah spesifikasi yang telah ditetapkan. “RON serendah-rendahnya harus 90. Kami tidak pernah menurunkan kualitas BBM yang dijual ke masyarakat,” tegasnya.
Dengan prosedur pengujian berlapis, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kualitas BBM dari KPI. “Seluruh produk kami terjamin mutunya, aman digunakan, dan sesuai standar yang ditetapkan,” kata Wahyu.
Selain diuji di laboratorium internal, KPI juga melakukan pengujian eksternal di laboratorium independen, seperti Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (BBPMGB) Lemigas, sebagai bentuk pengendalian mutu berkelanjutan. Pengujian di Lemigas dilakukan pada periode Agustus–September lalu.
Audit SPBU
Sementara PT Pertamina Patra Niaga memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan energi berkualitas, aman, dan terpercaya bagi masyarakat. Salah satu langkah strategisnya adalah melaksanakan audit menyeluruh terhadap seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), baik yang dikelola langsung maupun oleh mitra swasta di seluruh Indonesia.
Audit ini telah menjadi agenda rutin sejak 2007 dan dijalankan untuk menjaga konsistensi standar pelayanan bahan bakar minyak (BBM) Pertamina kepada masyarakat.
Pj Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengatakan, proses audit dilakukan lembaga independen internasional yang memiliki reputasi global, antara lain Bureau Veritas, TUV Rheinland, dan Intertek Group Plc.
"Masing-masing lembaga menilai kesesuaian operasional SPBU Pertamina Patra Niaga dengan standar internasional, mencakup aspek teknis, administratif, keselamatan kerja, dan pelayanan pelanggan," kata dia dalam keterangannya, Kamis (20/10/2025).
Tim auditor meninjau kelengkapan dokumen operasional, seperti checklist harian, pencatatan stok, kualitas BBM, serta dokumen pengiriman dua periode terakhir. Audit juga mencakup peninjauan sistem keamanan, termasuk rekaman CCTV 1 bulan terakhir, panel listrik, tombol darurat (emergency stop button), serta kesiapan genset cadangan di setiap lokasi.
Selain pemeriksaan administratif, tim auditor menilai tampilan fisik SPBU. Pemeriksaan ini, meliputi kebersihan area, kerapian plang, totem SPBU, hingga kondisi area bongkar BBM yang wajib selalu kering dan aman. Aspek keselamatan menjadi prioritas melalui pemeriksaan alat pemadam api ringan (APAR), rambu keselamatan, oil catcher untuk penampung limbah minyak, dan oil spill kit di setiap pulau pompa.
Untuk menjamin kualitas dan ketepatan takaran BBM, pengujian dilakukan menggunakan standar American Standard Tables for Measurement (ASTM). Auditor juga memastikan keabsahan segel metrologi pada dispenser dan menegaskan bahwa tidak ada modifikasi non-standar.
Roberth menegaskan, audit lapangan ini merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan menjaga mutu dan kredibilitas layanan energi nasional. “SPBU adalah wajah Pertamina Patra Niaga di mata publik. Melalui audit bersama lembaga independen, kami memastikan setiap titik layanan beroperasi dengan prinsip integritas, akurasi, dan keselamatan tinggi. Kami ingin SPBU Pertamina menjadi tempat yang memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan,” ujar Roberth.
Menurut Wahyu, hasil pengujian menunjukkan seluruh produk BBM KPI, termasuk Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, Pertadex, Biosolar, dan Avtur, memenuhi spesifikasi yang disyaratkan dalam Keputusan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). “Hasil ini membuktikan bahwa proses pengolahan di KPI tetap optimal dan menghasilkan produk energi yang sesuai standar nasional,” pungkas Wahyu.

