Transaksi Hari ke-2 Trade Expo Indonesia Lampaui Target, Capai Rp 285,5 Triliun
Poin Penting
|
TANGERANG, investortrust.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebutkan transaksi sementara pada penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 hingga hari kedua telah mencapai US$ 17,27 miliar atau setara Rp 285,5 triliun. Angka itu telah melampaui target yang telah ditetapkan, yakni sebesar US$ 16,5 miliar atau setara Rp 273,7 triliun.
"Jadi totalnya itu sampai hari kedua sudah sekitar US$ 17,27 miliar, baru sampai hari kedua," ucap Mendag Budi saat ditemui di Trade Expo Indonesia (TEI) 2025, ICE BSD, Tangerang, Jumat (17/10/2025).
Mendag Budi menjelaskan, capaian transaksi sementara tersebut didapat dari nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Kendati demikian, ia mengatakan, untuk hari ketiga, penghitungan transaksi belum selesai direkap.
Lebih lanjut, Mendag Budi tidak merincikan secara detail transaksi yang terjadi di pameran pedagangan ini. Ia menyebutkan, transaksi tersebut bersumber dari sebanyak 131 MoU yang ditandatangani antara pelaku usaha Indonesia, serta juga berasal dari para buyer luar negeri senilai US$ 9,98 miliar.
"Nah tapi nanti rincinya kami sampaikan ya. Karena kan mereka bikin MoU terus kita catat satu-satu. Hari pertama saja sudah ada MoU 130," ungkap Budi.
Diketahui, produk-produk dengan MoU terbanyak meliputi batu bara, investasi energi biru, emas, biodiesel, dan furnitur. Mendag Busan menanggapi positif penandatanganan MoU di hari pertama TEI itu. Menurutnya, nilai transaksi tersebut mencerminkan minat pasar global terhadap produk-produk Indonesia.
Menurut Mendag Budi, MoU yang dihasilkan hari ini pun menjadi cerminan dari minat para buyer tersebut. Setelah penandatanganan MoU, Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan memastikan realisasi MoU sebagai bagian dari uapya mendorong ekspor.
“Artinya, para buyer melirik produk-produk Indonesia dan memang banyak diminati. Perwakilan perdagangan (perwadag) RI di luar negeri telah bekerja dengan baik dan kami optimistis dengan kontribusi TEI 2025 dalam membangun momentum ekspor produk-produk Indonesia, termasuk produk dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM),” ungkap Mendag.

