Purbaya Percepat Pemanfaatan Lahan Eks BLBI di Lippo Karawaci (LPKR) untuk 3 Juta Rumah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan percepatan proses administrasi pemanfaatan aset lahan eks Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) seluas 3,7 hektare (ha) di kawasan Lippo Karawaci, Tangerang.
Adapun lahan yang selama ini terbengkalai (idle) tersebut akan digunakan untuk pembangunan perumahan guna menggenjot program 3 juta rumah yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
“Itu yang satu di Lippo Karawaci, saya punya tanah 3,7 hektare. Kita akan proses dengan cepat, tinggal dapat balik nama dari BPN (Badan Pertanahan Nasional),” kata Purbaya di kantor Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Jakarta, Selasa (14/10/2025) malam.
Baca Juga
Maruarar Sirait: Bunga Rumah Subsidi Tidak Naik, Bukti Negara Hadir untuk Rakyat
Ia menargetkan penyelesaian proses balik nama dilakukan dalam waktu 1 hingga 2 minggu. “Saya sudah minta staf saya bereskan dalam waktu 1 minggu, 2 minggu. Kalau tidak, saya beri sanksi,” tegas Purbaya.
Purbaya menjelaskan, setelah proses administrasi selesai, pembangunan akan dilanjutkan oleh Kementerian PKP.
Hunian yang akan dibangun di lahan tersebut direncanakan tipe 45. “Rumahnya nanti tipe 45 agar lebih layak dan nyaman,” jelas Purbaya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara) menambahkan, proyek perumahan di lahan idle Lippo Karawaci akan menggunakan skema subsidi silang untuk menjangkau berbagai segmen masyarakat. “Supaya fasilitasnya bisa diintervensi antara yang menengah dan yang bawah. Pembiayaannya nanti hybrid, ada FLPP-nya (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan) dan di atasnya masuk komersial,” jelas Ara.
Menurut Ara, skema tersebut memungkinkan kombinasi antara masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan masyarakat berpenghasilan tanggung (MBT) dalam satu kawasan hunian.
Baca Juga
Menteri Ara Harap Penyaluran 50.000 Rumah Subsidi Buruh Bisa Terlampaui
Proyek pembangunan hunian di Karawaci merupakan salah satu proyek perumahan yang ditawarkan oleh pemerintah kepada para investor domestik maupun asing di gelaran International Conference on Infrastructure (ICI) 2025. Proyek hunian tersebut akan dibangun di lahan seluas 37.779 m2 yang sangat strategis karena lokasinya berdekatan dengan kampus, Rumah Sakit Siloam, dan sebagainya.
Rencananya, di atas lahan tersebut akan dibangun hunian vertikal sebanyak 14 tower dengan total 3.136 unit. Adapun hunian vertikal tersebut peruntukkannya bagi MBR dan non-MBR. Total nilai investasi proyek tersebut sebesar US$ 78,76 juta.

