Purbaya Minta Rusun Perkotaan Dibuat Lebih Manusiawi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta agar ukuran rumah susun (rusun) di kawasan perkotaan dibuat lebih manusiawi.
Hal itu disampaikan saat pertemuan bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) di Kantor Kementerian PKP, Jakarta, Selasa (14/10/2025).
“Kalau saya pikir buat (ukuran) yang paling manusiawi lah,” kata Purbaya.
Baca Juga
Menanggapi hal tersebut, Menteri Maruarar menyatakan siap menyesuaikan kebijakan pembangunan rusun sesuai arahan tersebut. “Kalau Pak Menteri Keuangan pengen membuat yang lebih manusiawi, ya kita buat aturannya. 45 meter ya,” tutur Ara, sapaan akrab Maruarar.
Purbaya pun menyetujui usulan itu. “Gitu bagus,” ujarnya menimpali.
Skema subsidi hybrid rusun perkotaan
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan skema subsidi hybrid untuk mendorong kepemilikan hunian vertikal di kawasan perkotaan.
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menjelaskan, skema hybrid tersebut memungkinkan pembiayaan bersama antara pemerintah daerah dan perbankan.
Baca Juga
Kementerian PKP Jamin Kualitas Rusun MBR di IKN Setara Hunian Pegawai Negeri
“Misalkan harga rumah vertikal (perkotaan) Rp 400 juta sampai Rp 500 juta, dari APBD kita intervensi 50% jadi Rp 250 juta, dengan suku bunga 6%. Selisihnya dari perbankan,” jelas Heru.

