Mendag Dorong Reformasi WTO dan Perdagangan Global Berkeadilan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso bertemu Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) Ngozi Okonjo-Iweala di sela Trade and Investment Ministerial Meeting (TIMM) G20 di Gqeberha, Afrika Selatan, Jumat (14/10/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Budi menegaskan komitmen Indonesia mendukung sistem perdagangan multilateral berbasis aturan dan prinsip keadilan. Pemerintah juga berkomitmen memperkuat kerja sama global guna mendorong perdagangan yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca Juga
Bertemu Wamenlu Uruguay, Mendag Budi Dorong Perjanjian Dagang RI-Mercosur CEPA
“Indonesia sangat menghargai upaya WTO dalam menjaga kepercayaan antaranggota serta memastikan perdagangan menjadi pendorong pemulihan ekonomi global dan pembangunan berkelanjutan,” ujar Budi dalam keterangan tertulisnya.
Pertemuan turut membahas isu strategis menjelang Konferensi Tingkat Menteri (KTM) ke-14 WTO di Yaoundé, Kamerun, Maret 2026. Indonesia menegaskan peran aktifnya dalam pembahasan topik utama seperti pertanian, subsidi perikanan, bea masuk atas transmisi elektronik (CDET), perdagangan elektronik, serta reformasi WTO.
Budi juga menyoroti pentingnya reformasi sistem penyelesaian sengketa (dispute settlement reform) agar dapat kembali berfungsi penuh dan diakses semua anggota. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga kredibilitas dan efektivitas WTO. “Proses reformasi harus menjunjung tinggi prinsip keadilan, inklusivitas, dan transparansi agar manfaatnya merata bagi seluruh pihak,” jelasnya.
Baca Juga
Mendag Sesalkan Uni Eropa Ajukan Banding atas Sengketa Biodiesel ke WTO
Indonesia berkomitmen terus bekerja sama dengan Dirjen WTO dan negara anggota lain dalam memperkuat sistem perdagangan multilateral. Budi menegaskan, Indonesia siap berperan aktif dalam setiap proses dialog dan reformasi demi sistem perdagangan global yang lebih kuat dan adil.
“Indonesia percaya bahwa sistem perdagangan multilateral yang kuat, inklusif, dan berbasis aturan merupakan pilar penting bagi pertumbuhan ekonomi global yang berkeadilan dan berkelanjutan,” tutupnya.

