Dulu Hampir Putus Asa, Kini Rafly Siap "Terbang" Bersama Sekolah Garuda
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Sekolah Garuda yang baru saja diresmikan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) memantik harapan baru bagi para pelajar berprestasi di Indonesia. Sekolah ini diharapkan menjadi jembatan bagi siswa dari keluarga sederhana untuk mengenyam pendidikan hingga ke luar negeri.
Salah satu kisah yang menggambarkan semangat itu datang dari Muhammad Rafly Alifa Taqwa, siswa kelas 12 SMAN 10 Samarinda, yang kini bertransformasi menjadi Sekolah Garuda. Bagi Rafly, perubahan ini bukan sekadar nama baru, melainkan babak baru dalam mewujudkan impiannya.
Rafly tumbuh dalam keluarga sederhana. Pada 2017, ayahnya kehilangan pekerjaan setelah perusahaan tempatnya bekerja bangkrut. Sejak saat itu, ekonomi keluarga mereka terguncang. Namun, kondisi itu tidak menyurutkan tekad Rafly untuk terus berprestasi.
“Namun, itu tidak membuat saya berhenti untuk menggapai cita-cita saya. Dari semasa saya SMP, saya tetap berusaha yang terbaik dan berhasil mendapat prestasi di berbagai kejuaraan,” kata Rafly dalam keterangannya, Jumat (10/10/2025).
Baca Juga
Keren! Siswi Sekolah Garuda Kembangkan Aplikasi Pelestarian Bahasa Moi Berbasis Komik Digital
Setelah lulus SMP, ia diterima di SMAN 10 Samarinda, sekolah unggulan di daerahnya. Demi membantu keuangan keluarga, Rafly bekerja paruh waktu sebagai tutor privat untuk anak-anak SD di sekitar rumah.
“Saya sempat pesimistis dengan kondisi saya, tetapi saya berpikir kalau saya pesimistis dan tidak melakukan apa-apa, maka saya tidak akan jadi apa-apa. Maka dari itu saya mengambil banyak langkah, saya tetap belajar giat dan bekerja paruh waktu,” ujarnya.
Pada 2024 menjadi masa yang berat bagi Rafly. Sang ayah didiagnosis kanker usus dan wafat pada tahun berikutnya. Kepergian sang ayah sempat membuat semangatnya padam. “Kondisi itu memberikan saya pukulan dan perasaan pesimistis itu datang lagi. Saya berpikir apa yang akan saya hadapi ke depannya dengan kondisi seperti ini, dengan ekonomi seperti ini, dan ketidakhadiran ayah saya,” tutur Rafly.
Namun, semangat ibunya dan dukungan sekolah membuat Rafly kembali bangkit. Ia yakin pendidikan tetap menjadi jalan terbaik untuk mengubah masa depan. Kini, dengan status baru sekolahnya sebagai Sekolah Garuda, Rafly kembali menatap masa depan dengan optimisme.
“Saya juga mendapatkan informasi seperti beasiswa Garuda, walaupun mungkin masih dikaji ke depannya bagaimana, tetapi itu sudah membuat saya senang bahwa saya mendapatkan peluang untuk bisa mendapat pendidikan di luar negeri,” katanya.
Sekolah Garuda, wujud visi pendidikan teknologi
Program Sekolah Garuda merupakan salah satu inisiatif unggulan Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada pengembangan talenta muda di bidang sains dan teknologi. Program ini dijalankan oleh Kemendiktisaintek dengan pendekatan pembelajaran berbasis science, technology, engineering, and mathematics (STEM).
Tujuannya jelas, yakni menyiapkan generasi muda Indonesia agar mampu bersaing secara global dan menembus universitas-universitas terbaik di dunia.
Baca Juga
Wujud Transformasi Pendidikan Era Prabowo, Sekolah Garuda Diperkenalkan Serentak di 16 Titik
Dengan kurikulum yang menekankan pada riset, inovasi, serta kolaborasi internasional, Sekolah Garuda diharapkan menjadi model baru pendidikan menengah di Indonesia.
Lebih jauh, pemerintah menargetkan agar lulusan Sekolah Garuda tidak hanya berprestasi akademik, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan, daya saing global, dan semangat kebangsaan yang kuat.
Harapan besar itu kini tumbuh di hati siswa-siswi seperti Rafly. “Saya ingin membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih mimpi,” tutupnya.

