CAGR MRT Jakarta Capai 6,3%, Subsidi Terus Menurun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT MRT Jakarta (Perseroda) mencatat tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (compound annual growth rate/CAGR) sebesar 6,3% dan earnings before interest, taxes, depreciation, and amortization (EBITDA) di level 2,5% sepanjang 2024.
Direktur Keuangan dan Manajemen Koperasi MRT Jakarta, Risa Olivia menyampaikan, kinerja pendapatan perusahaan telah menunjukkan tren peningkatan pasca-pandemi Covid-19.
“MRT masih bisa menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang cukup positif, CAGR kita sekitar 6,3% dan EBITDA masih di level 2,5%,” kata Risa saat konferensi pers di Kantor MRT Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (8/10/2025).
Menurutnya, sumber pendapatan MRT Jakarta tidak hanya bergantung pada subsidi pemerintah, meskipun masih ada disparitas antara tarif pengguna dengan biaya operasional yang ditanggung perusahaan. Disparitas tersebut masih disubsidi oleh pemerintah.
Selain subsidi, Risa menjelaskan, MRT Jakarta juga memperoleh pendapatan dari non-fare box atau sumber di luar tarif penumpang. Pendapatan tersebut berasal dari kegiatan bisnis seperti pemasangan iklan dan kerja sama marketing. “Subsidinya (tahun 2024) memperlihatkan tren penurunan, sementara pendapatan lain-lain memperlihatkan tren kenaikan,” tutur Risa.
Risa menambahkan, MRT Jakarta tetap mendapatkan dukungan pemerintah, baik untuk investasi maupun operasional, sembari terus mengupayakan keberlanjutan keuangan melalui optimalisasi aset dan pendapatan lain-lain.
Adapun total aset tetap MRT Jakarta juga meningkat seiring dengan ekspansi jalur. Risa memaparkan, MRT jalur utara – selatan dari Lebak Bulus hingga Bundaran HI sepanjang 15,7 kilometer (km) tercatat memiliki nilai aset sekitar Rp 16,9 triliun pada 2020. Nilai aset perusahaan pun terus naik hingga Rp 25,59 triliun pada 2024 dengan pertumbuhan CAGR 12,1%.

