Program Makan Bergizi Gratis Buka Peluang Kerja Baru di Jakarta
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah tidak hanya menghadirkan makanan sehat bagi anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui, tetapi juga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar dapur.
Di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Khusus Palmerah, Jakarta Barat, sebanyak 40 warga kini bekerja di dapur MBG. Mereka mengisi beragam peran mulai juru masak, juru porsi, pencuci ompreng, petugas kebersihan, pengemudi, hingga petugas keamanan.
Baca Juga
Salah satunya adalah Niki, seorang juru porsi di dapur MBG Palmerah. Ia sebelumnya sempat kehilangan pekerjaan setelah kontraknya sebagai sales promotion girl (SPG) pakaian habis. Kesempatan bekerja di dapur MBG, menurutnya, menjadi titik balik yang berarti. “Saya dahulu SPG di toko pakaian, karena kontraknya habis, saya ditawari kerja di sini kan. Senang lah pastinya, suasana kerjanya juga asyik,” kata Niki saat ditemui seperti dikutip dalam keteranganya, Rabu (1/10/2025).
Niki mengaku bangga karena selain mendapat penghasilan, bisa berkontribusi menyediakan makanan sehat bagi anak-anak sekolah dan para ibu. “Semoga berkelanjutan dari tahun ke tahun. Ini membantu banget buat pekerja yang tadinya nganggur karena jujur saja, cari kerja di Jakarta susah,” ungkapnya.
Manfaat program MBG juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Menurut Niki, orang tua kini bisa menghemat pengeluaran rumah tangga karena anak-anak mereka sudah mendapatkan makanan bergizi gratis di sekolah. “Ini membantu perekonomian pastinya. Mungkin buat yang duitnya kurang, dengan anaknya dapat makan gratis di sekolah kan jadi lebih irit. Uangnya bisa dipakai untuk keperluan lain,” tambahnya.
Tidak hanya pekerja, para siswa pun ikut merasakan dampak positif. Zakaria Judipa, siswa kelas 12 SMK 17 Jakarta, mengatakan keluarganya sangat terbantu dengan adanya MBG.
Baca Juga
BGN Nonaktifkan 56 SPPG Terkait Kasus Keracunan MBG Berulang
“Makan bergizi gratis ini membantu karena mereka tidak perlu mengeluarkan biaya lebih untuk membawakan bekal untuk saya. Terus ini juga membantu menghemat uang jajan,” jelas Zakaria.
Senada, Febi Zahara, siswi kelas 12 di sekolah yang sama, mengaku ibunya lebih tenang karena tidak perlu repot menyiapkan bekal setiap pagi. “Mama saya bahagia sekali saat saya cerita kalau di sekolah sudah ada makan bergizi gratis. Jadi mama saya tidak perlu repot-repot lagi nyediain bekal untuk saya,” ucap Febi.
Menurut Febi, menu MBG bahkan lebih bernutrisi dibanding bekal dari rumah. “Kalau bekal dari rumah kan paling cuma nasi sama lauk saja, kalau MBG bisa empat sehat lima sempurna,” katanya sambil tersenyum.

