IESR Tekankan Pentingnya Transisi Energi Berkeadilan dalam Mewujudkan NZE
JAKARTA, investortrust.id - Institute for Essential Services Reform (IESR) mendorong Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Bappenas agar mengintegrasikan transisi yang berkeadilan (just transition), dalam transisi energi di Indonesia dalam setiap aturan turunannya, termasuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
Direktur Eksekutif IESR, Fabby Tumiwa, menjelaskan transisi energi akan berdampak pada penurunan pendapatan di daerah penghasil batu bara. Ini merupakan imbas transisi energi global yang mulai beralih dari PLTU sehingga menurunkan ekspor batu bara guna mewujudkan net zero emission (NZE).
Di sisi lain, transisi energi juga melahirkan manfaat seperti tumbuhnya lapangan kerja hijau dan penghindaran biaya kesehatan akibat berkurangnya emisi dan polusi udara sebagai akibat dari menurunnya pembakaran energi fosil yang kotor.
Menurutnya, untuk mengedepankan aspek keadilan dalam transisi energi, maka kerangka transisi berkeadilan perlu diinstitusikan dalam perencanaan nasional.
Baca Juga
PLN Ungkap Tantangan Transisi Energi: Dari Biaya Sampai Lapangan Pekerjaan
“Kajian IESR menunjukkan diversifikasi dan transformasi ekonomi perlu direncanakan untuk mengantisipasi dampak sosial dan ekonomi akibat penurunan industri batubara seiring peningkatan komitmen transisi energi dan mitigasi iklim di Indonesia dan dunia,” kata Fabby dalam laporan yang diterima Investortrust, Selasa (16/7/2024).
Fabby menyebut, pemerintah juga harus mengintegrasikan transisi berkeadilan dalam rencana nasional hingga pembangunan daerah. Setidaknya, dalam jangka pendek pemerintah dinilai perlu fokus pada mengembangkan ekonomi alternatif di daerah-daerah penghasil batubara yang akan terdampak.
“Khususnya pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dapat menciptakan lapangan kerja sehingga menolong ekonomi warga setempat saat sektor batubara tidak lagi diandalkan sebagai sumber ekonomi di daerah dan komunitas tersebut,” terang dia.
Baca Juga
Sementara itu, Manajer Program Ekonomi Hijau IESR, Wira Swadana menyampaikan, untuk memastikan berlangsungnya transisi energi secara adil dan berkelanjutan maka memerlukan kejelasan konteks dan konsep transisi berkeadilan di Indonesia.
Menurut Wira, terdapat tiga tujuan transisi berkeadilan yang dapat menjadi acuan dalam merancang definisi transisi berkeadilan yaitu mengatasi isu-isu yang ada, mitigasi potensi masalah yang dapat muncul dari transisi, dan mendorong sistem yang rendah karbon.
“IESR mendorong proses transisi berkeadilan dengan tiga tema penting meliputi transformasi ekonomi, sosial-politik, dan pelestarian lingkungan yang harus melalui pendekatan multi pihak dan multisektoral untuk memastikan berbagai kepentingan dan perspektif diakomodasi dalam upaya mencapai tujuan transisi berkeadilan,” ujar Wira.

