Ketum Kadin Anindya Bakrie Sambut Baik Program Magang Bergaji
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie menyambut positif program magang bergaji yang digulirkan pemerintah. Dalam program yang merupakan bagian dari paket ekonomi 8+4+5 tersebut, lulusan perguruan tinggi dengan maksimal satu tahun kelulusan atau fresh graduate dapat menjalani magang dengan digaji sesuai upah minimum provinsi (UMP) selama enam bulan.
Menurut Anindya, aturan mengenai program tersebut perlu dirapikan bersama dunia usaha agar pelaksanaannya dapat berjalan optimal. Ia menilai program ini berpotensi mendorong penyerapan tenaga kerja sekaligus meningkatkan produktivitas industri.
“Yang paling penting menyerap lapangan kerja. Membuat (peserta) magang menjadi ahli lebih dini, terutama generasi milennial dan yang lebih muda, generasi Z. Tapi yang penting, itu bisa membuat ekonomi bergulir, tinggal diatur detailnya saja,” kata Anindya kepada investortrust.id di Jakarta, Selasa (16/9/2025) malam.
Ia menambahkan, program ini juga akan berkontribusi pada perputaran ekonomi nasional dengan catatan pengaturan teknisnya dilakukan secara mendetail.
“Jadi, ini niatnya sangat bagus, dan implementasinya tinggal dirapikan bersama dunia usaha,” tutur Anindya.
Diberitakan, pemerintah saat ini tengah mematangkan program magang nasional yang ditujukan bagi lulusan perguruan tinggi dengan maksimal satu tahun kelulusan atau fresh graduate.
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan program prioritas nasional ini tengah difinalkan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dan jajaran Kemendiktisaintek agar dapat segera diimplementasikan.
“Program magang sedang dimatangkan Menristekdikti, tetapi salah satunya adalah mereka yang eligible adalah yang lulus maksimal 1 tahun. Sehingga bisa fresh graduate bisa ditangkap,” ujar Airlangga beberapa waktu lalu.
Airlangga menjelaskan, program magang tersebut terbuka untuk seluruh perusahaan, baik swasta maupun badan usaha milik negara (BUMN), dan akan dijalankan melalui skema kerja sama antara perguruan tinggi dengan dunia usaha.
“Perusahaan semuanya bisa, swasta atau milik negara dan akan ada kerja sama link and match antara perguruan tinggi dan perusahaan-perusahaan tersebut,” jelas dia.
Selain itu, Airlangga menjelaskan bahwa program magang nasional ini ditargetkan dapat mulai berjalan pada kuartal keempat tahun 2025 dan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Para peserta magang juga akan mendapatkan upah sesuai dengan upah minimum provinsi (UMP) di daerah masing-masing.
“Sesuai dengan UMP daerah masing-masing,” ungkap Airlangga.
Lebih lanjut, Airlangga menuturkan bahwa peserta akan mendapatkan biaya upah selama enam bulan yang ditanggung oleh pemerintah.

