Prabowo dan Xi Bahas Tanggul Laut Raksasa, 'Master Plan' GSW Siap Disesuaikan Otorita Baru
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan rencana induk (master plan) pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall (GSW) yang sudah ada sejak lama akan disesuaikan dengan kebijakan Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa.
Wakil Menteri PU, Diana Kusumastuti mengatakan, terdapat kemungkinan perubahan dalam rencana yang telah disusun agar selaras dengan perencanaan otorita baru.
Baca Juga
Indonesia Tawarkan Investasi Giant Sea Wall Pantura Jawa ke China hingga Negara Eropa
“Master plan-nya dari dahulu sudah ada, tetapi mungkin ada sedikit perubahan-perubahan yang disesuaikan dengan (rencana Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa),” kata Diana saat ditemui di gedung parlemen, Jakarta, Kamis (4/9/2025).
Diana menambahkan, pihaknya belum melakukan pembahasan langsung dengan Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) sekaligus Kepala Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa, Laksmana Madya TNI (Purn) Didit Herdiawan Ashaf.
“Nanti Pak Didit rencananya mau bicara sama saya dalam waktu dekat, jadi tunggu dahulu (hasil pembahasan proyek Giant Sea Wall),” imbuh Diana.
Sementara itu, Menteri PU Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut dari Presiden Prabowo Subianto terkait pembahasan proyek GSW dengan pihak China.
"Belum tahu, ini mungkin dipanggil (Presiden Prabowo Subianto) gara-gara itu (pembahasan Giant Sea Wall)," kata Dody sambil tergesa-gesa menuju Istana Merdeka.
Baca Juga
Prabowo Bahas Penguatan Kawasan hingga 'Giant Sea Wall' dengan Xi Jinping di Beijing
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Rakyat China (RRC) Xi Jinping di Great Hall of the People, Beijing pada Rabu (3/9/2025). Pertemuan ini berlangsung hangat seusai menghadiri perayaan 80 tahun kemenangan perang perlawanan rakyat China.
Pada pertemuan tersebut, Presiden Prabowo bersama Presiden Xi juga membahas penguatan hubungan strategis, stabilitas kawasan, hingga proyek Giant Sea Wall di pesisir pantai utara (pantura) Jawa.

