Kadin Bahas Strategi Redam Gejolak, Usulkan Gerakan Pangan Murah Nasional
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie menggelar rapat koordinasi bersama Wakil Ketua Umum Koordinator (WKUK) Kadin Indonesia, Wakil Ketua Umum Wilayah Kadin Indonesia, dan Ketua Umum Asosiasi/Himpunan/ALB Kadin Indonesia pada hari ini, Senin (1/9/2025).
Pertemuan ini diselenggarakan dalam rangka menyikapi perkembangan situasi terkini di Tanah Air, yakni aksi unjuk rasa yang terjadi selama beberapa hari terakhir. Anindya mengungkapkan, pertemuan ini diharapkan menjadi forum strategis bagi Kadin Indonesia dalam memperkuat peran sebagai jembatan antara dunia usaha dan pemerintah, serta turut membangun kembali kepercayaan publik.
"Saya ingin menyampaikan bahwa kondisi Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Ini adalah akumulasi dari banyak hal yang terjadi di masa lalu yang menyebabkan ketimpangan, ketidakadilan, kecemburuan, dan lain-lain. Sehingga ini menyatu menjadi satu, dari isu sosial menjadi isu politik, dan tentu ini menjadi isu ekonomi. Dan itulah kita berkiprah, jadi disini tidak bicara mengenai politik, tentu kita peka dengan sosial," ujar Anindya.
Anindya menjelaskan, daerah-daerah di Indonesia secara umum terkendali di tengah aksi unjuk rasa. Pernyataan ini disampaikan Anindya berdasarkan pertemuan yang dilakukannya bersama anggota Kadin di 38 provinsi yang ada di Indonesia. Pertemuan dilakukan setelah Presiden Prabowo menyampaikan keterangan pers bersama dengan para pimpinan partai politik di Istana Merdeka, Minggu (31/8/2025) lalu.
"Jadi mereka di daerah itu secara umum terkendali, tapi mereka butuh Jakarta itu kondusif supaya juga di daerah itu ikut kondusif, karena barometernya tetap, bagaimana pun juga Jakarta" ungkap Anindya.
Foto: Investortrust/Primus Dorimulu
Lebih lanjut, Anindya menyebut, dibutuhkan juga satu pernyataan dari Kadin yang didukung oleh asosiasi dan juga Kadin Provinsi. Menurut Anindya, hal ini diperlukan karena itu adalah dua tulang punggung Kadin untuk menunjukkan bahwa baik pemerintah, masyarakat harus kembali kepada fokus untuk membangun ekonomi yang penuh dengan tantangan.
"Dan juga disampaikan bahwa dibutuhkan, ini dari 38 provinsi ya, suatu aksi yang jelas, satu dua minggu ini, salah satu usulannya itu adalah gerakan pangan murah. Dan ini, ajakan ini dimulai justru dari Mendagri (Menteri Dalam Negeri), yang melibatkan Kadin, bukan hanya pusat, tapi juga provinsi, bahkan kabupaten kota," jelas Anindya.
Sejalan dengan hal tersebut, Anindya membeberkan bahwa Kadin Indonesia akan meminta waktu untuk menyampaikan aspirasi dari dunia usaha kepada Presiden Prabowo Subianto.
"Yang kedua, sinyal. Jadi saya rasa, nanti silahkan diatur satu sinyal dari Pak Erwin (Erwin Aksa), baik dari Kadin Provinsi maupun dari asosiasi. Mungkin baik juga kita melaksanakan audiensi dengan APH (Aparat Penegak Hukum), Polisi. Karena tadi banyak keluhannya, ialah mengenai informasi, tentunya keamanan, apa berikutnya, dan lain-lain. Nah ini buat sinyal juga kasih lihat bahwa Kadin bersama asosiasi dan Kadin Provinsi, dan Kabupaten/Kota concern. Sangat khawatir," pungkas Anindya.
Sebagai tambahan informasi, pertemuan yang digelar secara virtual melalui Zoom ini dihadiri oleh sekitar 200 asosiasi atau himpunan. Di antaranya adalah Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Perkumpulan Organisasi Perusahaan Alat-alat Kesehatan dan Laboratorium (Gakeslab) Indonesia, Perkumpulan Pusat Logistik Berikat Indonesia (PPLBI), Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI), Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi), Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), dan lainnya.

