Bangkit, Investasi Properti Rp 75 Triliun Dorong Industri Padat Karya
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Program pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintah terus bergulir dengan dukungan dari sektor swasta. Realestat Indonesia (REI) melaporkan bahwa realisasi investasi di sektor properti pada semester I 2025 telah mencapai Rp 75 triliun (sekitar US$ 4,6 miliar) sekaligus mendorong industri padat karya.
Ketua Umum REI Joko Suranto mengatakan, program tersebut memberi arah yang jelas bagi penyediaan rumah layak huni. Namun, ia menegaskan target pembangunan 1 juta rumah di perkotaan harus tetap diprioritaskan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Baca Juga
Mantan Menteri Perumahan Rakyat Beberkan Asal-usul FLPP, Terinspirasi dari AS
“Mestinya itu bisa mulai muncul arah yang terukur sehingga bisa memberikan kondisi yang positif bagi pasar maupun masyarakat yang belum memiliki rumah di perkotaan,” kata Joko saat dihubungi Investortrust.id, Senin (1/9/2025).
Realisasi investasi properti di semester I 2025 tumbuh 19,23% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), capaian Rp 75 triliun pada Januari–Juni 2025 lebih tinggi dari semester I 2024 yang tercatat Rp 62,9 triliun.
Lonjakan investasi ini mencerminkan daya tarik sektor perumahan di tengah program pemerintah. Menurut REI, kepastian arah kebijakan menjadi faktor kunci dalam meningkatkan minat investor, sekaligus memperkuat pasokan rumah bagi masyarakat.
Sektor padat karya dan efek berganda
Joko menambahkan, sektor perumahan adalah industri padat karya yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Serapan tenaga kerja ini berdampak pada distribusi pendapatan, peningkatan daya beli, hingga mendorong pertumbuhan sektor terkait lainnya.
Ia menekankan bahwa pembangunan rumah tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi menciptakan efek berantai bagi perekonomian. “Ketika penyediaan perumahan ini bisa dilakukan, yang berkembang lebih dahulu adalah industri-industri terkait serta tenaga kerja yang tercipta dari sektor tersebut,” ujarnya.
Baca Juga
Pembangunan perumahan juga menjadi katalis bagi industri manufaktur. REI mencatat, terdapat sekitar 185 industri yang terhubung langsung dengan sektor ini, mulai besi, semen, hingga jasa konstruksi. Dengan demikian, percepatan pembangunan rumah berpotensi memperkuat rantai pasok nasional.
“Yang dicanangkan oleh Pak Prabowo ini kami melihatnya sebagai sesuatu yang sangat positif, dan kita support betul,” imbuh Joko.

