Bagikan

Kabar Baik! LRT Jabodebek Masih Pakai Tarif Maksimal Rp 20.000 pada 2026

Poin Penting

Tarif maksimal LRT Jabodebek Rp 20.000 diperpanjang hingga 2026.
Pemerintah anggarkan Rp 5,8 triliun subsidi untuk KAI, terbesar dalam PSO.
Subsidi juga berlaku untuk KRL, KA ekonomi, dan layanan LRT Jabodebek.

JAKARTA, investortrust.id – Manajemen LRT Jabodebek menyampaikan tarif maksimal Rp 20.000 masih berlaku hingga tahun depan, seiring kebijakan subsidi yang ditetapkan pemerintah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026.

Executive Vice President LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi mengatakan, penentuan tarif merupakan kewenangan pemerintah karena LRT Jabodebek termasuk proyek strategis nasional (PSN). 

Baca Juga

Mulai Oktober, Stasiun LRT Kuningan Resmi Bernama “Visa”

“Apakah tarif maksimal Rp 20.000 akan diperpanjang atau dihapus? Ya, kita tunggu kebijakan dari pemerintah, kami tidak bisa seenaknya menentukan tarif ini,” katanya saat media briefing 2 Tahun Beroperasinya LRT Jabodebek di Menteng, Jakarta, Kamis (28/8/2025).

Hal senada disampaikan Manager Public Relations LRT Jabodebek, Mahendro Trang Bawono. Ia menegaskan, operator hanya mengikuti aturan yang dikeluarkan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan.

Executive Vice President Divisi LRT Jabodebek, Purnomosidi (tengah) dalam media gathering di Menteng, Jakarta, Kamis (28/8/2025). Foto: investortrust/Rizqi Putra Satria (Rizqi Putra Satria)
Source: investortrust

Mahendro menambahkan, pemerintah telah menganggarkan Rp 5,8 triliun untuk subsidi PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI pada 2026, termasuk untuk LRT Jabodebek. “Kemungkinan besar untuk tahun 2026 tarif maksimal Rp 20.000 tersebut masih akan berlaku,” ujarnya.

Berdasarkan Buku Nota Keuangan serta RAPBN 2026, PT KAI menjadi penerima subsidi public service obligation (PSO) terbesar, yakni mencapai 65% dari total anggaran atau sekitar Rp 5,86 triliun. Dana tersebut diberikan untuk mendukung perbaikan kualitas dan inovasi layanan kelas ekonomi pada angkutan kereta api.

Baca Juga

Pemerintah Kebut Studi Kelayakan LRT ke Bogor, Rampung Akhir 2025

Layanan kereta api yang menerima subsidi, meliputi KA ekonomi jarak jauh, KA ekonomi jarak sedang, KA ekonomi jarak dekat, kereta rel diesel (KRD) ekonomi, serta kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek dan Yogyakarta.

Subsidi juga dialokasikan untuk penyelenggaraan sarana dan prasarana LRT Jabodebek yang melayani 451,5 juta penumpang. Dalam kebijakan PSO ini, direncanakan pemberlakuan tarif khusus bagi penumpang berkebutuhan khusus (disabilitas).

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024