Kadin Bidik Peningkatan Perdagangan dengan India Jadi US$ 50 Miliar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia melanjutkan audiensi dengan Duta Besar India untuk membicarakan sejumlah peluang kerja sama di bidang manufaktur, kesehat, hingga teknologi. Diskusi ini diharap mampu meningkatkan transaksi perdagangan kedua negara menjadi US$ 50 Miliar dalam waktu dekat.
“Ini kelanjutan dari pertemuan pada Januari 2025, kami ke India untuk state visit bersama Pak Presiden. Kali ini kira-kira tengah tahun, kami duduk untuk memikirkan follow up seperti apa,” ujar Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie di Gedung The Convergence Indonesia, Jakarta, Kamis (28/8/2025).
Dia menerangkan, beberapa pembahasan dari kelompok kerja pada CEO Forum sebelumnya diulas lebih lanjut. Langkah itu dilakukan guna memastikan pemetaan peluang kerja sama mana saja yang sudah ditindaklanjuti maupun yang belum berjalan.
“Karena ada kemungkinan Pak Presiden mengundang Perdana Menteri India Narendra Modi pada awal tahun depan,” imbuh Anin.
Oleh karena itu, Kadin harus terlebih dahulu menyiapkan data rinci peluang kerja sama kedua negara agar bisa direalisasikan pada pertemuan tersebut. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai perdagangan antara Indonesia dan India pada 2024 mencapai lebih dari US$ 25 miliar.
Indonesia mencatatkan surplus US$ 15,38 miliar dari ekspor US$ 20,32 miliar, dengan impor dari India senilai US$ 4,93 miliar.
“Targetnya mendapatkan angka ke US$ 50 miliar dalam waktu yang dekat. Jadi ini yang kami diskusikan,” imbuh pria yang juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT Vektor Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) itu.
Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty pun, menyambut baik undangan Kadin untuk pertemuan hari ini, yang pada dasarnya meneruskan hasil kunjungan Prabowo ke India pada awal 2025.
Baca Juga
Gala Dinner India-Indonesia Golf Cup 2025: Momen Perayaan Persahabatan Kedua Negara
“Ada sebuah forum CEO yang diadakan oleh Pak Anin. Mereka telah membuat keputusan. Kami mengikuti keputusan mereka. Dengan tim kami, kami berbincang bagaimana kami akan melakukannya,” ujar Sandeep dalam kesempatan yang sama.
Kedua pihak menargetkan, perumusan kerja sama dari ide yang dibahas pada awal 2025 dapat rampung sebelum forum CEO berikutnya. Tujuan utamanya, mendorong perhubungan ekonomi yang lebih dekat antara Indonesia dan India.
Sandeep menegaskan, Indonesia dan India telah memiliki hubungan yang sangat baik, sehingga punya potensi besar untuk diubah sebagai aktivitas ekonomi yang lebih masif. Harapannya, aktivitas ini mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi kedua negara.
“Di dunia geopolitik dan turbulensi yang dihadapi dunia saat ini, saya pikir ada lebih banyak alasan untuk India dan Indonesia bekerja bersama. Kita tidak perlu melihat pasar tradisional kita. Kita sendiri adalah pasar yang besar,” pungkasnya.
Baca Juga

