Industri Gim Indonesia Bisa Tembus Global dengan Dukungan AI dan Insentif
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - CEO sekaligus Co-Founder Agate, Shieny Aprilia menilai industri gim Indonesia punya peluang besar di kancah global. Meski penuh tantangan, ia optimistis studio lokal bisa menembus pasar internasional.
Menurutnya, tantangan utama saat ini bukan hanya soal pendanaan, tapi juga pembuktian. “Kita butuh lebih banyak gim sukses dari Indonesia agar roda ekonomi industrinya makin berputar,” ujarnya di Jakarta, Selasa (26/8/2025).
Baca Juga
Incar Market Gen Z, Mocabe Gaet Komunitas Pegiat Gim Free Fire
Ia menekankan pentingnya insentif pemerintah untuk menarik publisher global. Dengan begitu, investasi untuk proyek gim buatan studio lokal bisa lebih mudah masuk.
“Bukan sekadar kasih uang, tetapi bikin publisher luar lebih mau invest di Indonesia,” katanya.
Studio Indonesia terbukti mampu melahirkan gim peraih penghargaan di tingkat Asia Tenggara.
Di sisi lain, Agate sebagai salah satu studio gim ternama di Indonesia juga tengah memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI) dengan hati-hati. Pasalnya, teknologi ini dianggap bisa membantu kru lebih kreatif dengan mengurangi pekerjaan repetitif.
“Kita pasti hindari yang melanggar copyright. Namun, kalau AI bisa bikin tim lebih produktif, kenapa tidak,” ucapnya.
Baca Juga
Kenapa Industri Gim Indonesia Masih Bergantung pada 'Publisher' Asing?
Menurutnya, AI adalah hal yang perlu dirangkul, bukan ditolak.
Terkait soal kerja sama dari pihak luar, Shieny menyebut, publisher asal Inggris banyak menjadi mitra jangka panjang perusahaannya. Meski begitu, ia tak menampik jika kerja sama itu bahkan membuka jalan bagi studio Indonesia lain untuk ikut dikenal global.
"Kuncinya adalah membuka pintu. Begitu mereka kenal, ternyata orang Indonesia bukan cuma ramah, tapi juga capable,” ujarnya bangga.

