Harga Emas Turun Tipis, Pasar Tunggu Sinyal Powell di Jackson Hole
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas turun tipis pada Selasa (19/8/2025) seiring penguatan dolar AS, sementara pelaku pasar menunggu pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada simposium Jackson Hole akhir pekan ini.
Pergerakan harga logam mulia masih dipengaruhi ekspektasi arah kebijakan suku bunga bank sentral AS yang berpotensi menentukan sentimen global.
Harga emas melemah 0,4% menjadi US$ 3.317,71 (setara Rp 54,5 juta per ons dengan kurs Rp 16.430). Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup 0,6% lebih rendah pada US$ 3.358,70. Harga sempat menyentuh titik terendah sejak 1 Agustus di awal sesi perdagangan.
Baca Juga
Indeks dolar AS berhasil memangkas kerugian dan kembali stabil, sementara imbal hasil obligasi Pemerintah AS tenor 10 tahun mengalami penurunan. Kondisi ini membuat pasar bersikap hati-hati menjelang simposium tahunan Federal Reserve di Jackson Hole, Wyoming.
“Umumnya para pedagang memposisikan diri di pasar berjangka menjelang pertemuan Jackson Hole. Pasar akan relatif sepi hingga saat itu,” kata Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals dilansir CNBC.
Powell dijadwalkan memberikan pidato pada Jumat (22/8/2025) terkait prospek ekonomi AS dan kerangka kebijakan moneter. Pasar menilai pernyataan Powell akan menjadi penentu arah suku bunga The Fed hingga akhir tahun.
Tekanan politik
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terus mendesak bank sentral untuk memangkas suku bunga lebih dalam. Menurut Wyckoff, jika Powell menyampaikan sikap yang lebih dovish atau cenderung longgar, hal itu akan menjadi sentimen positif bagi harga emas maupun perak.
Emas, yang tidak menawarkan imbal hasil, biasanya lebih menarik ketika suku bunga rendah. Kondisi ini membuat logam mulia kerap dipilih investor sebagai aset lindung nilai pada masa ketidakpastian.
Menurut data CME FedWatch, pedagang memperkirakan peluang sebesar 85% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada September.
Baca Juga
Risalah rapat Federal Reserve bulan Juli yang akan dirilis pada Rabu (20/8/2025) diharapkan memberikan gambaran lebih jelas mengenai pandangan internal bank sentral terhadap prospek ekonomi AS.
Sementara itu, UBS pada Senin (18/8/2025) menaikkan target harga emas hingga akhir Maret 2026 sebesar US$ 100 menjadi US$ 3.600 per ons. Revisi itu didorong oleh risiko makroekonomi AS yang masih tinggi, berkurangnya penggunaan dolar di pasar global, serta meningkatnya permintaan investasi emas.
Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot turun 1,8% menjadi US$ 37,34 per ons, platinum melemah 1,1% menjadi US$ 1.307,90, dan paladium terkoreksi 1,6% menjadi US$ 1.104,68.

