Pertamina Patra Niaga Beri Kado #Lebihhemat Rp 300/L untuk BBM Diesel Standar Euro 4 Pertamina Dex di Bulan Kemerdekaan
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Pertamina Patra Niaga, subholding commercial & trading PT Pertamina (Persero), meluncurkan promo spesial “Lebih Hemat Rp 300 per liter” untuk Pertamina Dex, bahan bakar diesel berstandar Euro 4, dalam rangka memperingati bulan kemerdekaan.
Program ini berlaku di seluruh SPBU Pertamina yang menyediakan Pertamina Dex mulai 18–31 Agustus 2025.
Baca Juga
Pertamina Produksi SAF dari Jelantah, Pertama di ASEAN yang Bersertifikat Internasional
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth Marchelino Verieza mengatakan, promo ini diberikan khusus untuk 5.000 konsumen per hari yang membeli Pertamina Dex melalui aplikasi MyPertamina, dengan batas maksimal pembelian 50 liter per transaksi.
“Melalui promo ini, kami ingin menyampaikan dukungan dan komitmen Pertamina kepada masyarakat Indonesia untuk menghadirkan energi dengan kualitas terbaik dan ramah lingkungan di 2.911 SPBU yang melayani penjualan Pertamina Dex,” ujarnya dalam keterangannya, Kamis (14/8/2025).
Pertamina Dex merupakan produk diesel premium yang memenuhi standar emisi Euro 4, dengan cetane number minimal 53 dan kandungan sulfur maksimal 50 ppm (part per million). Spesifikasi ini memberikan pembakaran lebih sempurna, performa mesin optimal, serta emisi lebih rendah.
Roberth menambahkan, penggunaan Pertamina Dex membantu menjaga kebersihan mesin, meningkatkan efisiensi bahan bakar, dan mengurangi polusi udara. “Kami ingin masyarakat merasakan manfaat bahan bakar berkualitas, baik untuk performa kendaraan maupun lingkungan,” tuturnya.
Baca Juga
Dari Lahan Tandus ke Pasar Global, Ini Kisah Sukses DDistillers Binaan Pertamina
Dengan promo ini, Pertamina tidak hanya mendorong adopsi bahan bakar ramah lingkungan, tetapi juga memperkuat posisi Pertamina Dex di segmen premium diesel. Langkah ini sejalan dengan upaya transisi energi nasional menuju emisi lebih rendah, sekaligus memberi insentif finansial bagi pengguna di tengah tingginya biaya operasional transportasi.

