Pertamina Produksi SAF dari Jelantah, Pertama di ASEAN yang Bersertifikat Internasional
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Pertamina (Persero) memperkuat langkah menuju ketahanan energi nasional dengan meluncurkan produksi sustainable aviation fuel (SAF) berbahan baku minyak jelantah di Kilang Pertamina Cilacap. Produk energi hijau ini menjadi yang pertama di Asia Tenggara yang memperoleh sertifikasi internasional, sekaligus mendukung target pemerintah mencapai net zero emission (NZE) pada 2060.
Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan mengatakan, keberhasilan mengolah minyak jelantah atau used cooking oil (UCO) menjadi SAF merupakan terobosan besar anak bangsa.
Baca Juga
Dapat Pengakuan Global, Pertamina Patra Niaga Perluas Distribusi SAF ke 3 Bandara Besar
“Ini adalah karya luar biasa anak bangsa yang membuktikan bahwa kita mampu membuat terobosan besar. Pertamina mampu menjadi pelopor di Asia Tenggara,” ujarnya pada acara lifting perdana SAF, seperti dikutip Kamis (14/8/2025).
Produk SAF UCO ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan energi hijau. Proses produksinya menggunakan katalis Merah Putih, hasil kolaborasi Pertamina dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). SAF yang dihasilkan telah memenuhi standar internasional ASTM D1655 dan defStan 91-091, serta tersertifikasi International Sustainability and Carbon Certification (ISCC) dari hulu hingga hilir.
Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza menekankan, pengembangan SAF merupakan langkah strategis mendukung dekarbonisasi global dan komitmen nasional menuju NZE. “Pengembangan energi hijau tidak luput dari keberanian, prinsip, dan komitmen dari seluruh jajaran bahwa kita sepakat dengan terobosan strategis, sesuai perkembangan pasar, bisnis yang profitable, dan berkelanjutan,” jelasnya.
Sebagai kontribusi pada perayaan HUT ke-80 RI, Pertamina menyiapkan sekitar 32 kiloliter (KL) SAF berbahan minyak jelantah untuk digunakan pada salah satu penerbangan Pelita Air pada pertengahan Agustus.
Baca Juga
Pertamina Patra Siap Pasarkan SAF Berbahan Minyak Jelantah untuk Penerbangan Hijau
Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menambahkan, strategi pengembangan energi hijau menjadi bagian dari model pertumbuhan ganda perusahaan. Tujuannya, memperkuat ketahanan energi sekaligus mengembangkan industri dalam negeri. “Sebagai BUMN energi, Pertamina memiliki posisi strategis sebagai penjaga ketahanan energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Fadjar.
Langkah Pertamina ini menandai babak baru dalam transisi energi Indonesia. Selain memperkuat posisi di pasar energi hijau, inovasi SAF dari minyak jelantah diharapkan dapat membuka peluang ekspor sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil di sektor penerbangan.

