Proyek SP Akasia Bagus PHE Berkapasitas 9.000 BPH Siap 'Onstream' Semester II 2025
Pertamina EP Tingkatkan Kapasitas Produksi Lapangan Akasia Bagus untuk Mendukung Kemandirian Energi Nasional
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Subholding upstream PT Pertamina (Persero) fokus mengembangkan proyek strategis Stasiun Pengumpul Akasia Bagus (SP ABG) Stage 1 di Lapangan Akasia Bagus yang dikelola PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE) yang membawahi subholding upstream.
Fasilitas SP Akasia Bagus dirancang untuk mengolah minyak dan gas dengan kapasitas 9.000 barel cairan per hari (BLPD) dan 22 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD) dan diharapkan onstream semester II 2025.
Baca Juga
PHE Bidik Swasembada Energi Lewat Inovasi Teknologi dan Kolaborasi
General Manager Zona 7 Regional Jawa, Afwan Daroni, menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas disertai penambahan teknologi CO₂ removal package dengan sistem amine (MDEA), gas dehydration unit, dan thermal oxidation (TOX).
"Teknologi ini akan mengurangi kadar CO₂, H₂S, dan air sehingga memenuhi spesifikasi penjualan gas dalam Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) yang berlaku di Jawa Barat," kata dia dalam keterangannya, Selasa (12/8/2025).
Plt Direktur Utama Pertamina EP, Muhammad Arifin, mengatakan sebelumnya kapasitas SP Akasia Bagus hanya mencapai 1.750 BLPD dan 3 MMSCFD. “Melalui kreativitas dan intuisi para pekerja, hasilnya justru jauh melebihi ekspektasi awal,” ujarnya.
Baca Juga
Produksi Migas PHE Tembus 1,04 Juta BOEPD pada Paruh Pertama Tahun Ini
Direktur Utama PHE, Awang Lazuardi, menambahkan, proyek ini diharapkan bisa onstream pada semester kedua 2025. “Dengan kolaborasi, pengembangan stage 2 juga bisa dipercepat. Kami pastikan aspek health, safety, security and environment (HSSE) berjalan optimal,” ujarnya.
Lapangan Akasia Bagus dikembangkan berdasarkan plan of development (POD) yang disetujui pada 27 Desember 2017 dengan mekanisme dua tahap. Targetnya, kapasitas awal 1.750 BLPD dan 3 MMSCFD ditingkatkan menjadi 9.000 BLPD dan 22 MMSCFD, guna mengamankan pasokan migas nasional dan mengoptimalkan penerimaan negara.

