RSUP Hasan Sadikin Hemat Rp 3 Miliar Per Tahun Berkat Energi Bersih Pertamina
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Pertamina (Persero) memperkuat komitmennya dalam mendukung transisi energi bersih di Indonesia. Salah satu wujud upaya ini adalah pemanfaatan gas di sektor kesehatan, seperti yang diterapkan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Hasan Sadikin Bandung. Dengan energi bersih dari Pertamina, RSUP Hasan Sadikin hemat Rp 3 miliar setahun.
Rumah sakit rujukan utama di Jawa Barat tersebut kini menggunakan gas sebagai sumber energi untuk berbagai kebutuhan operasional. Langkah ini tidak hanya mendukung efisiensi energi, tetapi mengurangi emisi karbon serta meningkatkan keselamatan lingkungan sekitar.
Dengan beralih ke gas, RSUP Hasan Sadikin dapat mengurangi ketergantungan bahan bakar minyak (BBM) serta mengoptimalkan biaya operasional jangka panjang. Selain itu, penggunaan gas juga memberikan dampak positif terhadap kualitas udara di lingkungan rumah sakit, yang sangat penting bagi pasien dan tenaga medis.
Baca Juga
Tambah Kapasitas 45 MW, Pertamina Geothermal (PGEO) & PLN IP Bentuk Konsorsium
Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan menyampaikan apresiasi atas langkah strategis RSUP Hasan Sadikin tersebut.
“Terima kasih sudah beralih dari solar ke gas, hal ini dapat berdampak positif bagi RSUP Hasan Sadikin sebagai rumah sakit yang mendukung penggunaan green enegy ramah lingkungan dalam mewujudkan net zero emmission 2060 nanti,” ungkapnya saat berkunjung ke RSUP Hasan Sadikin, seperti dikutip Jumat (8/8/2025).
Iriawan juga mengajak kepada manajemen RS lain di Indonesia untuk mengikuti inisiatif RSUP Hasan Sadikin dalam memanfaatkan sumber energi bersih. “Saya berharap, RS di bawah naungan Kementerian Kesehatan, RS yang bernaung di bawah provinsi juga bisa di edukasi bahwa ada gas sekarang yang akan bisa menggantikan energi yang lama ini,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Utama RSUP Hasan Sadikin dr. Rachim Dinata Marsidi mengungkapkan alasan beralih menggunakan gas yang di suplai langsung oleh Pertamina karena RSUP Hasan Sadikin membutuhkan sumber energi yang tak hanya lebih ramah lingkungan tetapi andal, efisien, dan mampu mendukung operasional rumah sakit yang berjalan 24 jam.
Produk gaslink dari PT Pertamina Gas Negara TBK (PGN) selaku subholding gas Pertamina akan digunakan untuk operasional kebutuhan dapur dan boiler. “Boiler untuk ICU (intensive care unit), untuk pelayanan pasien kami memerlukan boiler dan nanti insyaallah akan diganti oleh gas ini,” jelasnya.
dr. Rachim menambahkan, penggunaan gas dari Pertamina juga dapat menghemat biaya operasional RS hingga Rp 3 miliar per tahun. Baginya, nominal hasil efisiensi biaya operasional tersebut dapat dialihkan untuk membeli alat kesehatan yang sangat dibutuhkan, dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami menghitung-hitung, ternyata kalau pakai solar, kami bisa habis Rp 8 miliar per tahun. Sekarang kalau pakai gas, kita bisa Rp 5 miliar. Kalau uang kami punya Rp 3 miliar, itu bisa minimal beli ventilator, bisa sekitar 10 (unit),” ungkapnya.
Baca Juga
Kecepatan Aliran BBM dari 'Nozzle' di SPBU Bikin Bensin Boros? Cek Klarifikasi Pertamina
Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso menambahkan inisiatif ini dapat menjadi model yang dapat diadopsi oleh rumah sakit lain di seluruh Indonesia, sejalan dengan target pemerintah untuk menurunkan emisi gas rumah kaca dan memperluas penggunaan energi rendah karbon.
“Kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan sektor pelayanan publik menjadi kunci dalam menyukseskan transisi energi nasional. Pertamina siap mendukung penuh langkah-langkah strategis menuju Indonesia yang lebih hijau," tutup Fadjar.

