Sinergi Dagang Digital, Indonesia-China kian Mesra Lewat CIEIE 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - China-Indonesia International E-Commerce Industry Expo (CIEIE) 2025 atau yang lebih dikenal Pameran E-Commerce Indonesia 2025 akan digelar di Jakarta International Expo (Jiexpo) Kemayoran, pada 3-5 September 2025. Acara ini diharap dapat memperkuat hubungan dagang antara China dengan Indonesia.
Director of Department of Convention and Exhibition China Council for the Promotion of International Trade (CCPIT) Commercial Sub-council, Jason Xiong mengatakan, Indonesia merupakan mitra strategis penting China di ASEAN. Tahun ini, sekaligus menandai peringatan ke-75 hubungan diplomatik kedua negara.
“Hubungan politik antara kedua negara telah mengalami proses penguatan yang berkesinambungan dan terus mendalam. China telah menjadi mitra dagang terbesar Indonesia selama 11 tahun beruntun. Dan dari posisi ke-12 sebagai sumber investasi asing terbesar di Indonesia, kini naik menjadi posisi ke-2,” kata Jason Xiong dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (4/8/2025).
Baca Juga
Pembicaraan Dagang AS-China Masih Menggantung, Keputusan Perpanjangan Ada di Tangan Trump
Dia mengungkapkan, volume perdagangan China dan Indonesia juga terus meningkat, dengan nilai perdagangan US$ 50 miliar pada 2013 menjadi US$ 147,8 miliar pada 2018. Investasi China di Indonesia juga meningkat dari US$ 3 miliar menjadi US$ 83 miliar dengan hubungan ekonomi dan perdagangan bilateral.
Sebagai ekonomi terbesar di ASEAN dan pasar konsumen keempat terbesar di dunia, Jason memandang permintaan pasar Indonesia yang sangat besar sangat komplementer dengan pasokan industri berkualitas tinggi dari China.
“Sehingga kita membutuhkan platform profesional untuk memfasilitasi pertemuan antara penawaran dan permintaan. Dan oleh karena itulah China-Indonesia International E-Commerce Industry Expo yang dikenal sebagai Pameran E-Commerce Indonesia lahir sebagai respons terhadap kebutuhan tersebut,” terangnya.
Lebih lanjut, Jason menyampaikan bahwa pameran ini terwujud berkat kolaborasi berbagai pihak, baik itu dari pemerintah dab industri, serta disetujui dan dilaksanakan oleh CCPIT.
“Sejak 2020 pameran ini telah sukses diselenggarakan lima kali di kota-kota besar, seperti Shenzhen, Nanjing, serta Jakarta. Saat ini pameran ini telah berkembang menjadi acara komprensif yang mencakup berbagai segmen seperti pameran, forum, pertemuan pasokan dan pembelian, serta kunjungan bisnis,” sebut Jason.
Baca Juga
China Mau Bangun Proyek Hilirisasi Kelapa di RI, Siapkan Modal US$ 100 Juta
Jason mengatakan CIEIE 2024 menunjukkan potensi besar pameran ini dalam memfasilitasi perdagangan digital internasional. Acara tersebut berhasil mencapai omzet US$ 42 juta dalam pemesanan dengan partisipasi lebih dari 300 exhibitor dan menarik lebih dari 22.000 pengunjung.
CIEIE 2025 menghadirkan lima sub-pameran yang dirancang untuk menjawab kebutuhan berbagai sektor industri, yaitu:
1. EPSE, Indonesia E-commerce Product Sourcing Exhibition yang fokus pada produk terlaris untuk marketplace dan koneksi dengan seller, distributor, dan platform.
2. CEAE, Indonesia Consumer Electronics and Appliances Exhibition yang menampilkan elektronik rumah tangga, smart home, gadget, dan teknologi komunikasi.
3. RCCE, Indonesia Refrigeration and Cold Chain Exhibition yang menghadirkan teknologi pendingin, logistik rantai dingin, dan pengemasan makanan segar.
4. AMTE, Indonesia Agricultural Machinery and Techniques Exhibition yang fokus pada mesin pertanian, pengolahan hasil tani, dan teknologi pertanian pintar.
5. IIME & Paper Chain, 2025 China Machinery & Electronic Brand Show (Indonesia) yang menampilkan generator, produk transmisi dan distribusi, energi baru, pompa air, dan peralatan pembuatan kertas.

