Cek Kesehatan Gratis Sekolah Dimulai, Kemenkomdigi Pastikan Pengelolaan Data Siswa Dikelola Baik
Poin Penting
|
TANGERANG, investortrust.id - Program cek kesehatan gratis sekolah (CKGS) dimulai dan ditargetkan menjangkau 53 juta siswa di seluruh Indonesia. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) menegaskan komitmennya untuk mengawal pengelolaan data digital siswa secara aman, terstruktur, dan terkoneksi.
“Data hasil pemeriksaan akan sangat masif, maka pendataan harus dilakukan secara sistematis dan kredibel. Di sinilah peran Kemenkomdigi menjadi penting, bukan hanya soal infrastruktur, tetapi soal tata kelola data yang andal,” ujar Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, saat meninjau pelaksanaan CKGS di SMPK Penabur, Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Senin (4/8/2025).
Baca Juga
Pemerintah Luncurkan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah Senin Esok, 3 Agustus 2025
Sebelum pemeriksaan kesehatan dilakukan, seluruh siswa mengisi kuesioner digital terkait kondisi kesehatan mereka. Data ini menjadi dasar pemeriksaan oleh petugas puskesmas dan akan dilanjutkan dengan rujukan medis jika ditemukan gejala penyakit.
“Seluruh data dimasukkan melalui aplikasi digital yang kami integrasikan, dan karena itu, internet harus stabil. Kami telah menugaskan tim untuk memastikan konektivitas di sekolah-sekolah, terutama di daerah dengan tantangan jaringan,” tambah Dirjen Infrastruktur Digital Kemenkomdigi, Wayan Toni.
Lebih lanjut, Kemenkomdigi dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga sudah melakukan pengecekan jaringan baik untuk seluler maupun fixed broadband di titik pelaksanaan. Hal ini demi memantau kualitas sinyal agar tidak ada data yang gagal dikirim.
“Sebenarnya ini kolaborasi erat dengan Kemenkes. Kalau (jaringan internet) untuk daerah perkotaan, seperti saat ini, dari sisi kapasitas internet dan bandwidth yang disediakan para operator, semua aman,” tegas Wayan.
Baca Juga
8,2 Juta Orang Sudah Cek Kesehatan Gratis, 4 Penyakit Ini Paling Banyak Terdeteksi
Untuk menjangkau wilayah yang sulit sinyal, Wayan menjelaskan bahwa solusi berbasis satelit sudah disiapkan. “Di daerah-daerah, Kemenkes sudah bekerja sama dengan penyelenggara satelit, seperti Telkom dan pihak lainnya. Jadi dari sisi teknologi, pengiriman data tetap bisa dilakukan tanpa kendala,” pungkasnya.
Kemenkomdigi juga memastikan penggunaan sistem yang memenuhi standar privasi dan akurasi agar hasil CKGS bisa ditindaklanjuti secara tepat oleh sistem layanan kesehatan. CKGS sendiri merupakan bagian dari agenda besar Presiden Prabowo Subianto untuk pencegahan penyakit sejak dini.

