Menperin: Batik Tidak Boleh Kaku dan 'Jadul', Harus 'Fun'
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memberikan apresiasi kepada Yayasan Batik Indonesia (YBI) yang telah menyelenggarakan Gelar Batik Nasional (GBN) 2025. Pameran batik ini berlangsung di Pasar Raya Blok M, Jakarta pada 30 Juli-3 Agustus 2025
“Pemerintah memberikan apresiasi kepada Yayasan Batik Indonesia yang sudah dalam 4 hari ini menggelar GBN 2025 di Pasar Raya. Kita sebagai bangsa harus mempunyai komitmen tinggi bukan hanya melestarikan batik, tetapi menumbuhkembangkan batik sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa,” kata Menperin Agus saat ditemui di Pasar Raya Blok M, Jakarta, Minggu (3/8/2025).
Baca Juga
Pameran 100 Tahun Batik Oey Soe Tjoen, Wamen Ekraf Tekankan Pentingnya Diplomasi Kultural
Pada hari terakhir penyelenggaraan, terdapat event fun run & walk yang menjadi bagian rangkaian acara. Menurut Agus, ini menjadi salah satu cara untuk semakin mempopulerkan batik.
Dia menyebut, batik tidak harus terkurung dalam konsep kaku dan jadul (jaman dulu). Namun, batik juga bisa diaplikasikan untuk pakaian olahraga, sebagaimana yang digunakan dalam event Fun run & walk ini.
“Batik itu tidak boleh kaku. Batik itu kalau persepsi tua, persepsi jadul, itu jadi tidak fun. Jadi salah satunya memang dipilih fun, karena memang batik itu harus dijadikan sesuatu yang fun,” jelas dia.
Menurut Agus, upaya ini membuahkan hasil positif. Pasalnya, selama penyelenggaraan event, banyak anak muda yang hadir dan ikut ambil bagian. Dia menekankan pentingnya kreativitas dan inovasi dalam mensosialisasikan kebudayaan Indonesia terhadap generasi muda.
“Jadi pemerintah dan Yayasan Batik Indonesia harus bisa mempunyai cara atau strategi agar bisa membumikan batik. Jadi batik itu tidak boleh hanya dianggap sebagai barang jadul, orang-orang tua saja yang menggunakan batik, tetapi juga bahwa batik itu kalau didesain bagus, baik itu pakaian, aksesoris, sepatu, itu bisa jadi menarik, bisa jadi sesuatu yang cool, bisa jadi sesuatu yang keren,” ucap Agus.
Baca Juga
Menperin: Kinerja Industri Batik Kian Positif, Ekspor Capai Rp 125 Miliar
Lebih lanjut, Menperin Agus menyampaikan bahwa untuk melestarikan batik, rasa cinta dan bangga saja tidak cukup. Menurutnya, masyarakat harus membeli dan memakai batik sebagai bentuk apresiasi dan dukungan.
“Kita harus percaya diri untuk memakai batik. Jadi, cinta sama bangga saja tidak cukup, tanpa belanja. Harus belanja, harus beli, sekecil apa pun itu. Karena kalau kita beli, kalau kita belanja batik, artinya kita ikut berkontribusi terhadap penguatan ekosistem dari industri batik itu sendiri,” terang Menperin Agus.

