Bank Mandiri Raih Penghargaan Investortrust BUMN Awards 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) meraih penghargaan dalam ajang Investortrust BUMN Awards 2025 yang diselenggarakan oleh investortrust.id, portal berita dan data ekonomi independen yang dikelola oleh PT Investortrust Indonesia Sejahtera.
Dalam Investortrust BUMN Awards 2025 yang digelar di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (31/7/2025) ini, Bank Mandiri menjadi pemenang utama di kelompok perusahaan dengan aset jumbo antara Rp 500 triliun - 2.500 triliun, dan berhasil menjadi yang terbaik. Bank Mandiri dinilai unggul dalam kinerja korporasi dan kontribusinya terhadap perekonomian nasional.
Ketua Dewan Juri Investortrust BUMN Awards 2025 Zulkifli Zaini menyampaikan, penghargaan diberikan untuk mengapresiasi sejumlah BUMN yang mampu memberikan kinerja terbaiknya di tengah periode yang menantang saat ini.
“Penghargaan ini juga diharapkan mampu memacu para direksi perusahaan milik pemerintah untuk terus berkinerja baik, dan mampu memberikan kontribusi pada perekonomian negara, yang pada akhirnya akan bisa menopang cita-cita Indonesia sebagai negara dengan pendapatan perkapita tinggi,” ujarnya.
Penghargaan Investortrust BUMN Awards 2025 digelar dengan melibatkan para juri yang memiliki kredibilitas tinggi di industri, serta memiliki kapabililtas dalam menilai kinerja sebuah BUMN. Mereka terdiri atas Zulkifli Zaini selaku ketua tim juri, dan beranggotakan Toto Pranoto yang merupakan akademisi dan pengamat BUMN, serta Suria Dharma yang merupakan Deputy President Director Samjuel Sekuritas, plus CEO Investortrust.id Primus Dorimulu.
Baca Juga
Perkuat Digitalisasi dan Sarana Koperasi, Bank Mandiri Dukung Peluncuran Koperasi Desa Merah Putih
Proses awal seleksi dimulai dari penapisan atas dasar kepatuhan terhadap regulasi, transparansi serta akuntabilitas, dan kondisi keuangan yang sehat. Seluruh peserta wajib memastikan bahwa tidak sedang berada dalam proses hukum serius atau terdaftar dalam status hitam regulator.
Transparansi juga diuji melalui kejelasan laporan keuangan yang diaudit serta konsistensi informasi yang disampaikan ke publik. Sementara itu, kriteria keuangan yang sehat mencakup kemampuan perusahaan dalam menjaga posisi kas yang stabil serta rasio utang yang terkendali.
Selanjutnya, perusahaan yang lolos seleksi awal akan melalui proses pemeringkatan berdasarkan indikatorindikator kinerja yang terukur. Beberapa indikator utama yang digunakan meliputi pertumbuhan pendapatan, laba usaha, laba bersih, dan aset dalam periode satu hingga lima tahun. Efisiensi perusahaan dinilai dari margin laba bersih (net profit margin), pengembalian atas aset (ROA), dan pengembalian ekuitas (ROE) untuk tahun 2024.
Selain indikator keuangan, faktor-faktor non-keuangan juga menjadi bagian penting dalam penilaian, seperti dividen payout ratio, penerapan prinsip ESG (environmental, social, governance), serta kontribusi terhadap agenda nasional. Kontribusi ini mencakup keterlibatan perusahaan dalam mendukung hilirisasi industri, kemandirian energi, kemandirian pangan, serta pembukaan lapangan kerja.
Data kinerja perusahaan diperoleh dari berbagai sumber resmi seperti laporan keuangan publik, laporan tahunan, serta basis data milik Kementerian BUMN dan instansi terkait. Setelah data terkumpul, dilakukan perhitungan nilai indikator dengan cara menormalisasi skor setiap perusahaan.
Nilai akhir diperoleh dari gabungan bobot tiap indikator utama yang telah disesuaikan dan dibandingkan antar perusahaan dalam satu kelompok aset dan sektor yang sejenis. Kategori penilaian dibagi ke dalam tiga dimensi besar, yakni kategori aset (misalnya anak usaha skala besar, menengah, kecil), kategori sektor (seperti asuransi, pertambangan, energi, jasa logistik, dan lainnya), serta kategori khusus (yang menyoroti isu strategis seperti digital banking, hilirisasi, kesehatan, dan infrastruktur).

