Kilang Pertamina Internasional Terima Penghargaan Investortrust BUMN Awards 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) menerima penghargaan dalam acara Investortrust BUMN Awards 2025 kategori Excellence Performance Awards. Penghargaan ini diberikan karena KPI mencetak rekor produksi tertinggi sepanjang sejarah dengan output mencapai 298,5 juta barel.
“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi Kilang Pertamina Internasional untuk dapat memberikan kinerja yang semakin excellence di operasional,” kata Pelaksana tugas harian Corporate Secretary KPI Mila Suciani dalam acara Investortrust BUMN Awards 2025 di Jakarta, Kamis (31/7/2025).
Baca Juga
Energi Surya di Atas Kilang Balikpapan! Pertamina Pacu NZE Lewat PLTS Atap 2,5 MWp
Selain mencatatkan kinerja solid, saat ini Kilang Pertamina Internasional tengah melakukan uji coba produksi avtur berbahan minyak jelantah (used cooking oil/UCO) atau sustainable aviation fuel (SAF). “Tentu saja ini menjadikan milestone yang sangat membanggakan, tidak hanya untuk Pertamina, tetapi juga untuk bangsa Indonesia,” ujar Mila Suciani.
Sebelum ini, Direktur Operasi KPI Didik Bahagia menyampaikan, setelah produk SAF dihasilkan di kilang, selanjutnya dilakukan pengujian untuk memastikan standar produk baik di laboratorium milik KPI maupun di Lemigas.
Setelah dipastikan produk SAF sesuai parameter yang ditentukan, produk Pertamina SAF Kilang Cilacap ini akan dilakukan inagurasi penerbangan pada pertengahan Agustus 2025 mendatang.
Baca Juga
6 Jurus Kilang Pertamina Menuju 'Go Green', Nomor 5 Bikin Industri Penerbangan Teriak 'Yes'
"Keberhasilan ini tentunya tidak hanya menjadi keberhasilan Pertamina semata, tetapi akan menjadi kebanggaan kita sebagai bangsa dapat menghasilkan produk yang berkelas dunia," ucap Didik.
Didik mengatakan, produksi SAF berbahan baku minyak jelantah ini menjadi tonggak penting komitmen KPI terhadap energi hijau dan pengurangan emisi karbon di sektor transportasi udara.
"Produksi Pertamina SAF ini merupakan bentuk nyata dukungan transisi energi yang dilakukan KPI. Ini juga sejalan dengan strategi pertumbuhan ganda yang dilakukan Pertamina khususnya dalam hal membangun bisnis rendah karbon terutama dalam hal menghasilkan produk berbahan baku nabati," sebutnya.

