Harga Pupuk Dunia Naik Tajam, Wamentan Sudaryono Pastikan Stok Subsidi Aman untuk Petani
JAKARTA, investortrust.id – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan bahwa pemerintah mengambil langkah strategis dalam menjamin ketersediaan pupuk subsidi di tengah lonjakan harga pupuk dunia yang signifikan sejak awal tahun 2025.
Menurut Sudaryono, kenaikan harga pupuk global dipicu oleh berbagai faktor seperti ketegangan geopolitik, fluktuasi harga gas alam sebagai bahan baku utama, serta kebijakan pembatasan ekspor dari negara produsen pupuk utama dunia.
“Harga pupuk naik karena kondisi global yang tidak stabil. Konflik antarnegara dan pembatasan ekspor membuat suplai terganggu dan biaya produksi melonjak,” kata Sudaryono, Senin (28/7/2025).
Baca Juga
Meski Harga Pupuk hingga Bea Ekspor CPO Naik, Saham Perkebunan Masih Menarik!
Berdasarkan data perdagangan internasional, indeks harga pupuk global naik 15% sepanjang awal 2025. Lonjakan tertinggi terjadi pada triple superphosphate (TSP) yang melonjak hingga 43%, serta diammonium phosphate (DAP) sebesar 23%.
Menanggapi kondisi ini, Sudaryono menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah mengambil langkah tegas untuk menjamin kepastian pasokan pupuk subsidi bagi petani, tanpa lagi terikat pada batasan anggaran.
“Presiden Prabowo telah memutuskan bahwa pengadaan pupuk subsidi berbasis volume, bukan lagi anggaran. Jadi berapa pun harga bahan bakunya, volume untuk petani tetap aman,” tegas Sudaryono.
Baca Juga
Pandu: IHSG bisa Tembus 8.000 Didukung Beragam Sentimen Positif
Sebagai Komisaris Utama PT Pupuk Indonesia, Sudaryono menekankan, pemerintah telah menyiapkan langkah konkret bersama Kementerian Pertanian dan Pupuk Indonesia Holding dalam menjaga ketersediaan pupuk di seluruh wilayah Indonesia.
“Petani tidak perlu panik. Pemerintah terus mengamankan stok, memperkuat produksi dalam negeri, serta memastikan distribusi pupuk subsidi tepat sasaran,” jelasnya.
Pemerintah juga tengah mendorong transformasi sistem distribusi pupuk melalui digitalisasi. Teknologi akan digunakan untuk memantau kebutuhan pupuk di tiap daerah secara real-time, mempercepat penyaluran, dan meminimalisir penyelewengan.
Baca Juga
Pacu Swasembada Pangan, KAI Angkut 13.230 Ton Pupuk pada Paruh Pertama 2025
“Dengan teknologi digital, kita tahu kapan dan di mana pupuk dibutuhkan. Ini bagian dari modernisasi tata kelola sektor pertanian yang lebih efisien,” terangnya.
Kebijakan berbasis volume ini diharapkan memberikan kepastian bagi jutaan petani di tengah gejolak harga pupuk global, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

