Rosan: Danantara Layaknya Bayi 5 Bulan yang Mampu Berlari
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mungkin baru berusia lima bulan, namun kiprahnya sudah menyerupai institusi yang matang karena sudah mampu menjalankan fungsi investasi hingga penciptaan nilai pada BUMN.
Hal ini disampaikan oleh CEO Danantara, Rosan Roeslani, dalam pertemuan Chief Editors Gathering di Jakarta, Jumat (25/7/2025). "Kalau saya beri perspektif sedikit, kan kita baru lima bulan lahir. Kalau lima bulan lahir biasanya bayi masih merangkak dulu, ini kita sudah langsung berlari," ujarnya.
Sejak dibentuk awal tahun ini, Danantara telah menerima kepercayaan penuh dari pemerintah untuk menata kembali ekosistem BUMN Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, total entitas yang berada di bawah radar evaluasi Danantara mencapai 1.046 perusahaan, termasuk induk, anak, dan cucu BUMN. “Saya bilang ke tim, nggak usah terburu-buru. Yang penting kita evaluasi ini secara komprehensif,” tegas Rosan.
Rosan mengungkapkan bahwa proses evaluasi tidak hanya mencakup aspek legal dan finansial, tapi juga mempertimbangkan dampak sosial seperti keberlanjutan lapangan kerja. Ini penting karena dalam pandangan Danantara, tujuan akhir bukan hanya mengejar profit semata, tetapi juga penciptaan nilai dan kontribusi terhadap pembangunan nasional. "Kita mau meningkatkan, kita mau optimize the value, kita mau create the value," imbuhnya.
Uniknya, dalam menjalankan mandatnya, Danantara memiliki keleluasaan yang belum tentu dimiliki institusi pelat merah lain. Menurut Rosan, pihaknya kini tidak perlu menunggu persetujuan DPR untuk melakukan langkah-langkah strategis seperti menutup, mengonsolidasikan, memprivatisasi, bahkan untuk melikuidasi BUMN yang dinilai tidak produktif. “Sekarang untuk tutup, kita bisa tutup langsung. Gak perlu ada persetujuan DPR,” jelasnya.
Baca Juga
Meski begitu, bukan berarti Danantara berjalan tanpa pengawasan. Justru lembaga ini diawasi oleh tiga komisi DPR sekaligus: Komisi VI, XI, dan secara tidak langsung Komisi XII karena posisi Rosan juga sebagai Menteri Investasi. "Biasanya satu komisi, kita dapat tiga. Komisi VI untuk Pak Doni, Komisi XI untuk Pak Pandu, dan saya Komisi XII karena Menteri Investasi. Jadi saya (diawasi) ada tiga komisi," ungkapnya.
Rosan menekankan bahwa transparansi, integritas, dan tata kelola yang baik adalah prinsip utama Danantara. “Kita ada di dunia ini yang memang transparansi juga di dunia, ya kan, akuntabilitas, integritas. Tapi kalau semuanya itu berbalik pada manusianya,” katanya. Karena itu, tim Danantara disusun berdasarkan talenta terbaik yang direkrut melalui proses seleksi ketat, tanpa campur tangan politik.
Dalam memilih tim inti, Rosan mengklaim bahwa Presiden Prabowo Subianto turun langsung menelaah satu per satu kandidat berdasarkan CV dan rekam jejak mereka. "Not even one single name datang dari Bapak Presiden. Tapi beliau melihat satu per satu CV. Oke, pendidikannya mana, background-nya apa? Satu per satu, sampai tiga jam," cerita Rosan.
Dengan dasar itu, Danantara berharap bisa menunaikan amanah besar mengelola aset BUMN yang nilainya mendekati satu triliun dolar AS. Bagi Rosan dan timnya, besarnya aset bukan hanya membanggakan, tapi juga mendatangkan rasa tanggung jawab yang mendalam. "Aset yang besar, yang diberikan amanah... ya tentunya harus kita kembangkan," pungkasnya.

