Harga Minyak Melonjak Dampak Negosiasi Dagang AS-UE
Poin Penting
|
CHICAGO, Investortrust.id - Harga minyak naik pada Kamis (24/7/2025) didorong optimisme negosiasi perdagangan AS yang meredakan tekanan ekonomi global dan penurunan persediaan minyak mentah AS lebih tajam dari perkiraan.
Harga minyak mentah berjangka Brent naik 67 sen, atau 0,98% ditutup pada US$ 69,18 per barel dan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) acuan AS naik 78 sen atau 1,2% ditutup pada US$ 66,03 per barel.
Kedua acuan harga minyak mentah dunia sedikit berubah pada Rabu (23/7/2025) karena pasar memantau perkembangan perundingan dagang AS-Uni Eropa (UE), menyusul kesepakatan tarif Presiden Donald Trump dengan Jepang.
Baca Juga
Jatuh Lebih dari 2%, Harga Minyak Terseret ke Level Terendah Mingguan
Kesepakatan tersebut menurunkan bea masuk impor otomotif dan membebaskan Tokyo dari pungutan baru dengan imbalan paket investasi dan pinjaman senilai US$ 550 miliar yang akan disalurkan ke AS.
“Pembelian didorong optimisme bahwa kemajuan negosiasi tarif dengan AS akan membantu menghindari skenario terburuk,” kata Kepala Strategi Nissan Securities Investment Hiroyuki Kikukawa dilansir CNBC.
Namun, ketidakpastian perundingan dagang AS-Tiongkok dan negosiasi perdamaian antara Ukraina dan Rusia membatasi kenaikan harga minyak.
ia memprediksi WTI akan tetap berada di kisaran US$ 60 dan US$ 70.
Dua diplomat Eropa mengatakan pada Rabu bahwa UE dan AS sedang menuju kesepakatan perdagangan yang dapat mencakup tarif dasar AS sebesar 15% pada barang-barang UE dan kemungkinan pengecualian, yang berpotensi membuka jalan perjanjian perdagangan besar lainnya menyusul kesepakatan Jepang.
Di sisi pasokan, data Badan Informasi Energi AS menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun minggu lalu sebesar 3,2 juta barel menjadi 419 juta barel, melampaui ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters 1,6 juta barel.
Rusia dan Ukraina mengadakan perundingan damai di Istanbul pada Rabu membahas pertukaran tahanan meskipun kedua belah pihak masih berbeda pendapat mengenai persyaratan gencatan senjata dan kemungkinan pertemuan pemimpin mereka.
Baca Juga
Jatuh Lebih dari 2%, Harga Minyak Terseret ke Level Terendah Mingguan
Secara terpisah, kapal tanker minyak asing untuk sementara dilarang memuat di pelabuhan utama Laut Hitam Rusia karena peraturan baru, yang secara efektif menghentikan ekspor dari Kazakhstan melalui konsorsium yang dimiliki perusahaan energi besar AS.
Menteri Energi AS mengatakan pada Selasa (22/7/2025) bahwa AS akan mempertimbangkan sanksi terhadap minyak Rusia untuk mengakhiri perang di Ukraina. Sementara itu, Uni Eropa akhir pekan lalu menyetujui paket sanksi ke-18 terhadap Rusia, yang menurunkan batas harga minyak mentah Rusia.

