Fenomena Rombongan Jarang Beli (Rojali) Dituduh Bikin Omzet Mal Anjlok
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengungkapkan, fenomena maraknya rombongan jarang beli atau yang kerap disebut dengan istilah Rojali akan berdampak pada penurunan pendapatan atau omzet pusat perbelanjaan alias mal.
Pasalnya, menurut Alphonzus, transaksi di pusat perbelanjaan kian menurun karena pengunjung dari kelas menengah lebih selektif dalam membeli barang, dan juga cenderung memilih produk dengan harga yang lebih murah.
“Pasti (ada penurunan omzet) karena sekarang masyarakat kelas menengah bawah cenderung beli barang produk yang harga satuannya unit price-nya murah. Itu terjadi penurunan, pasti,” ucap Alphonzus saat ditemui di kawasan Cililitan, Jakarta Timur, Rabu (24/7/2025).
Baca Juga
Fenomena Rojali dan Rohana Bikin Penjualan Pakaian Jadi Turun 15%
Dengan adanya kondisi tersebut, Alphonzus memprediksi kinerja pusat perbelanjaan tidak mencapai angka yang ditargetkan sebelumnya, di angka 20-30%. Ia mengungkapkan bahwa kinerja mal pada 2025 ini hanya dapat mencapai di bawah 10%.
“APPBI memprediksi tahun 2025 ini tetap tumbuh dibandingkan tahun lalu, tapi tidak signifikan. Paling single digit, artinya kurang dari 10%. Target kita sebenarnya 20-30%,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Alphonzus menjelaskan, fenomena Rojali mulai marak terjadi sejak 2024. Bahkan, pada saat perayaan hari Idulfitri tahun lalu yang seharusnya dapat menyumbangkan pendapatan atau omzet besar justru tidak berdampak secara maksimal.
“Karena Idulfitri itu kan puncak penjualan ritel di Indonesia, peak season-nya, nah kemarin tidak tercapai. Karena tadi masalah daya beli dan sebagainya, pengetatan anggaran pemerintah dan sebagainya,” terang Alphonzus.

