7,3 Giga Ton Penyimpanan Karbon PHE Siap Selamatkan Bumi
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai subholding upstream Pertamina mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada energi dan ekonomi hijau.
PHE berencana mengembangkan dua carbon capture storage (CCS) hub dan beberapa satelit dengan kapasitas penyimpanan karbon hingga 7,3 giga ton untuk transisi energi demi selamatkan bumi.
Baca Juga
Aksi Nyata Pertamina untuk Masa Depan Hijau, dari B40 hingga Proyek CCS
"Tuntutan dekarbonisasi dari bisnis serta carbon offset guna mencapai target net zero emission (NZE) 2060 merupakan dinamika global yang menjadi tantangan bisnis pelaku usaha saat ini," kata Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio dan Komersial PHE Edy Karyanto dalam webinar bertema "Menakar Potensi Bisnis CCS/CCUS di Indonesia" di Jakarta, Selasa (22/7/2025).
Dalam menjalankan bisnis, kata dia, PHE menerapkan dual growth strategy. PHE memaksimalkan legacy business melalui peningkatan produksi hulu dengan menjaga baseline produksi dan investasi peningkatan produksi. Strategi lainnya mengembangkan bisnis low carbon melalui pengembangan teknologi CCS dan carbon capture utilization storage (CCUS).
"Pengalaman PHE di bisnis hulu migas relevan untuk pengembangan bisnis CCS dan CCUS di Indonesia," ujar Edy
Baca Juga
SKK Migas Diminta Tegakkan TKDN di Hulu Migas, Khususnya di Proyek EPC Termasuk CCS/CCUS
Indonesia, menurut Edy, memiliki potensi kapasitas penyimpanan emisi karbon di saline aquifer dan depleted oil/gas field. "Selain itu berdasarkan letak geogafisnya, Indonesia dikelilingi oleh negara-negara penghasil emisi dengan target NDC tetapi tidak ada kapasitas penyimpanan CO2," ujarnya.
PHE, lanjut Edy, berencana mengembangkan dua CCS hub dan beberapa satelit dengan kapasitas penyimpanan hingga 7,3 giga ton dan target reduksi emisi 68% dari sektor energi pada 2060. Pengembangan CCS hub dan satelit dilakukan melalui kerjasama dengan sejumlah mitra strategis.

