Kuasai 95% Infrastruktur Hilir Gas, PGN Pastikan Energi Bersih Terjangkau ke Penjuru Negeri
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id — Di tengah momentum transisi energi dan upaya mewujudkan swasembada energi, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menegaskan komitmennya sebagai tulang punggung ketahanan energi nasional.
Sebagai subholding gas Pertamina, PGN telah mengelola 95% infrastruktur hilir gas bumi dan melayani lebih 830.000 pelanggan lintas sektor, mulai industri hingga rumah tangga.
“PGN bukan sekadar perusahaan niaga gas. Kami adalah mitra strategis pemerintah untuk memastikan energi bersih dan terjangkau menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ungkap Direktur Komersial PGN Ratih Esti Prihatini, dalam program Energy Corner seperti dikutip dalam keterangannya, Selasa (15/7/2025)
PGN tengah mempercepat pembangunan jaringan pipa dan infrastruktur LNG sebagai tulang punggung energi nasional. Proyek strategis, seperti pipa transmisi lintas Sumatra–Jawa, Terminal LNG Arun, hingga revitalisasi floating storage and regasification unit (FSRU) dan tangki penyimpanan menjadi kunci menjawab mismatch pasokan dan permintaan gas, khususnya antara wilayah timur yang kaya cadangan dan barat yang tinggi konsumsi.
Baca Juga
93% Pasokan Lokal, PGN Tahan Guncangan Global dan Jaga Stabilitas Energi Domestik
PGN menyampaikan apresiasi kepercayaan pemerintah dalam penyediaan alokasi gas domestik dan dukungan regulasi yang memungkinkan PGN menjalankan mandat strategis secara optimal. Dukungan ini menjadi fondasi penting keberlanjutan pasokan dan keterjangkauan harga gas bumi bagi masyarakat dan industri.
PGN juga aktif menjajaki prospek kontrak dengan produsen gas dalam negeri, termasuk Inpex Masela dan Mubadala-Andaman, guna menjamin keandalan pasokan jangka panjang. Di sisi harga, PGN berupaya menjaga keterjangkauan dengan strategi portofolio pasokan, efisiensi infrastruktur, dan formulasi harga yang menyesuaikan daya beli pelanggan.
“Kami memahami bahwa keterjangkauan adalah isu krusial, karena itu kami mengembangkan solusi beyond pipeline, seperti LNG trucking dan produk gas bumi yang disesuaikan dengan kebutuhan tiap segmen pelanggan,” jelasnya.
Program jaringan gas rumah tangga (jargas) sebagai proyek strategis nasional (PSN) turut menjadi fokus. PGN menargetkan penambahan 100.000 sambungan rumah tangga pada 2025. Lebih dari sekadar efisiensi energi, program ini juga menciptakan ekosistem ekonomi baru di daerah-daerah, membuka peluang bagi UMKM dan pelanggan kecil di sepanjang jalur pipa.
Baca Juga
Gas Bumi "Nyalakan" Indonesia, PGN (PGAS) Ngebut Sambung Pipa dan Perluas LNG
PGN telah mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 338 juta pada 2025. Dana capex, sebesar 67% dialokasikan untuk penguatan infrastruktur hilir, termasuk pembangunan infrastruktur strategis. Proyeksi volume niaga gas 2025 ditargetkan tumbuh hingga 12%, seiring peningkatan permintaan dari kawasan industri dan pembangkit.
“Kami percaya, energi yang andal dan terjangkau adalah fondasi kemajuan ekonomi. PGN akan terus hadir di garda depan, mendorong pertumbuhan yang lebih hijau, tangguh, dan berkelanjutan,” tutup Ratih.

