Pasar Eropa Capai US$ 6,6 Triliun, IEU-CEPA Jadi Peluang Strategis Ekspor Indonesia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan bahwa penyelesaian perjanjian dagang Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) menjadi peluang strategis untuk memperluas pasar ekspor nasional.
Pasalnya, Uni Eropa tercatat mengimpor barang dari seluruh dunia senilai US$ 6,6 triliun, jauh lebih besar dibandingkan nilai impor Amerika Serikat yang hanya sekitar US$ 3,3 triliun. Hal ini menjadikan pasar Eropa sebagai alternatif menjanjikan bagi ekspor Indonesia ke depannya.
Baca Juga
"Impor Uni Eropa itu mencapai US$ 6,6 triliun. Jadi ini alternatif baru bagi pasar ekspor Indonesia," ujar Mendag Budi dalam siaran resmi YouTube Sekretariat Presiden, dikutip Senin (14/7/2025).
Menurutnya, IEU-CEPA bukan hanya memperkuat akses pasar, tapi juga memberikan peluang Indonesia untuk menyeimbangkan ekspor, tidak hanya bergantung pada pasar tradisional seperti Amerika Serikat dan China.
Baca Juga
IEU-CEPA RI–Eropa Siap Masuk Babak Final Setelah 10 Tahun Negosiasi, 80% Pos Tarif Jadi Nol
“Kalau dibandingkan dengan AS yang impornya sekitar US$ 3,3 triliun, Eropa jauh lebih besar. Ini peluang besar yang bisa kita manfaatkan,” katanya.
Budi juga menyampaikan bahwa proses negosiasi IEU-CEPA yang memakan waktu 10 tahun adalah hal wajar, karena melibatkan kepentingan dua pihak dan bertujuan mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan. "Negosiasi adalah proses tawar-menawar, dan akhirnya semua sudah selesai. Sekarang kita tinggal memanfaatkan hasilnya,” tuturnya.

