Garuda Mau Tambah Pesawat, Menhub: Kami Dukung untuk Melayani Ruang Udara Kita
Poin Penting
●
Garuda targetkan penambahan 20 pesawat pada tahun 2025.
●
Menhub dukung penuh demi perkuat layanan transportasi udara nasional.
●
Ketersediaan armada dinilai masih kurang untuk layani kebutuhan penerbangan.
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyatakan dukungannya kepada maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) untuk menambah pesawat dalam rangka meningkatkan layanannya.
“Oh, Garuda mau nambah pesawat bagus saja itu, kita mendukung,” ungkap Dudi kepada wartawan seusai rapat kerja dengan Komisi V DPR di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (8/7/2025).
Menhub Dudy menilai, penambahan armada itu akan meningkatkan pelayanan transportasi udara yang saat ini masih terbilang sedikit. “Kita masih butuh banyak untuk melayani udara kita, (jumlahnya) kita serahkan ke Garuda,” katanya.
Maskapai Garuda menargetkan penambahan jumlah pesawat untuk 2025 sebanyak 20 armada.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/7/2025). (Tangkapan Layar)Source: Tangkapan Layar
Direktur Utama Garuda Indonesia Wamildan Tsani Panjaitan mengungkapkan rencana penambahan armada perusahaan pelat merah itu. “Garuda Indonesia tahun ini kami targetnya menambah pesawat sampai 20 (unit) pesawat,” ujar Wamildan kepada wartawan di Jakarta, Kamis (2/1/2025) lalu.
Untuk jangka panjang, Garuda juga berencana mendatangkan 50-75 pesawat baru dari Boeing, perusahaan manufaktur pesawat asal Amerika Serikat. Garuda berencana memesan Boeing tipe 737 Max dan 787.
”Kami masih penjajakan untuk kemungkinan pembelian pesawat Boeing, bukan (dari) lessor (perusahaan penyewa). Beli sama pabrik. Ini masih dalam pembicaraan,” ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Wamildan Tsani Panjaitan di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (3/7/2025) sore.
Garuda Indonesia pada 2024 mencatat kerugian bersih US$ 69,78 juta atau Rp 1,13 triliun (kurs Rp 16.180 per dollar AS). Baru-baru ini, Garuda Indonesia mendapat shareholder loan atau pinjaman dari pemegang saham dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebesar Rp 6,65 triliun.