Sulap Limbah Sawit Jadi Energi, PTPN-Aiken Jepang Bidik PTBg Cofiring 'Commisioning' Akhir 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PTPN IV PalmCo melalui entitasnya yang beroperasi Provinsi Riau, yakni PTPN IV Regional III melanjutkan pembangunan pembangkit tenaga biogas. Kali ini melalui pengolahan limbah cair sawit atau palm oil mill effluent (POME) yang bekerja sama dengan perusahaan teknologi asal Jepang, Aiken Kakoki.
Region Head PTPN IV Regional III Ahmad Gusmar Harahap mengatakan, pembangunan pembangkit tenaga biogas (PTBg) co-firing yang sejalan komitmen program pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) tersebut berlangsung di kawasan pabrik kelapa sawit (PKS) Sei Garo, Kabupaten Kampar, Riau.
"PTBg co-firing hasil kolaboirasi PTPN IV dengan Aiken Jepang ini ditargetkan dapat commisioning atau performance test pada akhir tahun ini," kata Gusmar dalam keterangannya, Selasa (8/7/2025).
Baca Juga
Co-Firing Biomassa pada 47 PLTU PLN Hasilkan 1,67 Juta MWh Listrik Hijau
PTPN IV PalmCo bersama Aiken yang merupakan perusahaan teknologi Jepang memulai kerja sama sejak akhir 2023. Kolaborasi itu diimplementasikan melalui beragam tahapan mulai detail perencanaan, bidding atau penawaran, procurement, dan manufacturing, inspeksi, dan pembersihan.
Seusai seluruh tahapan tersebut rampung, proses berlanjut dengan memasuki tahapan enviromental permission serta construction permission. “Setelah izin lingkungan dan pembangunan dilewati, yang kita targetkan Oktober, maka dapat kita lanjutkan ke tahapan-tahapan berikutnya, baik konstruksi, instalasi peralatan, dan input benih granular sludge," ujar dia.
Pembangunan PTBg co-firing ini sendiri memang menggunakan teknologi mutakhir, yakni teknologi expanded granular sludge beg (EGSB) yang lebih efektif dan efisien menghasilkan gas metana sebagai sumber EBT.
Pembangunan PTBg yang bersumber dari pendanaan Badan Kerja Sama Internasional Jepang atau lebih dikenal dengannama JICA (Japan International Cooperation Agency) itu diproyeksi memiliki kapasitas minimum pengolahan POME sebesar 150 meter kubik per hari. Sesuai rencana, kerja sama itu bersamaan aktivitas riset AIKEN selama 2 tahun.
"Ini adalah kesempatan emas bagi kami untuk terlibat aktif dalam pengembangan EBT menggunakan teknologi EGSB. Kami mendapat informasi bahwa penerapan teknologi ini merupakan yang pertama di dunia," sebut Gusmar
Baca Juga
Mitsubishi Power Operasikan Turbin Gas, 30% Co-Firing Bahan Bakar Hidrogen
EGSB sendiri adalah teknologi pengolahan POME yang memanfaatkan bakteri anaerob granular dan merupakan teknologi yang digunakan untuk reaktor EGS. Dalam teknologi tersebut, selain memanfaatkan gas metana yang dilepaskan limbah sebagai sumber energi, juga menghasilkan dehydrated sludge berupa produk sampingan yang dihasilkan melalui pengolahan POME.
"Produk sampingan itu memiliki nilai hingga 5.110 kalori, lebih tinggi dibandingkan batu bara yang rata-rata berkisar 3.600 sampai 4.200 kalori," ucap Head of PMO PTPN IV Regional III Masrukin.

