KKP Perluas Akses Pasar Ekspor Perikanan ke Vietnam, Korea Selatan, dan Kanada
Poin Penting
|
JAKARTA,investortrust.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperluas akses pasar ke tiga negara tujuan ekspor yakni Vietnam, Korea Selatan, serta Kanada. Hal ini dilakukan dengan penambahan approval number tersebut yakni sebanyak 20 UPI untuk ekspor ke Vietnam, 8 UPI untuk ekspor ke Korea Selatan, dan 6 UPI untuk ekspor ke Kanada.
"Sesuai arahan Pak Menteri dengan melihat situasi perdagangan global maka kita harus lakukan terobosan, di antaranya diversifikasi komoditas dan negara tujuan ekspor guna meningkatkan volume ekspor yang berdampak langsung kepada kegiatan ekonomi masyarakat,” terang Kepala Badan Mutu KKP, Ishartini dalam siaran resminya, Senin (7/7/2025).
Ishartini menjelaskan, penambahan approval number ditandai dengan Perjanjian Bilateral Kesetaraan Sistem Mutu Ikan antara KKP dengan otoritas mutu tiga negara itu.
Baca Juga
Heran PNPB Perikanan Kecil, Menteri Trenggono Minta BPK Audit Pengusaha
“Dengan adanya penambahan tersebut, maka total jumlah perusahaan perikanan yang bisa melakukan ekspor ke Vietnam adalah 611 UPI, Korea Selatan sebanyak 667 UPI dan Kanada sebanyak 337 UPI,” bebernya.
Ia menambahkan, strategi perluasan pasar yang sedang dijalankan KKP di antaranya penguatan sinergi lintas sektor. Hal itu guna mendorong sembilan sertifikasi mutu hulu hilir untuk pemenuhan standar global, inspeksi dan surveilans mutu, peningkatan kapasitas uji mutu, serta menjalin kerjasama dan jejaring kesetaraan sistem mutu dengan negara tujuan ekspor.
Baca Juga
Serahkan 100 Alat Tangkap ke Nelayan Sikka, Wapres Gibran Dukung Kawasan Ekonomi Perikanan Bebeng
KKP mencatat komoditas perikanan Indonesia yang menjadi unggulan di pasar global di antaranya adalah udang, tuna-skipjack, cephalopod (cumi dan gurita), kepiting dan rumput laut.
Negara tujuan ekspor perikanan yaitu Australia, Thailand, Uni Emirat Arab, China, Jerman, Hongkong, India, Italia, Jepang, Malaysia, Qatar, Singapura, Taiwan, Amerika Serikat, Belanda, Timor Leste, Vietnam, Korea, Kuwait, Filipina, Spanyol, Perancis, Yordania, Irlandia, Puerto Rico, Zimbabwe, dan Meksiko.
Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam berbagai kesempatan menegaskan komitmennya mengawal mutu dan keamanan hasil kelautan dan perikanan untuk meningkatkan daya saing dan keberterimaan produk perikanan Indonesia di pasar global.

