Kadin: Logistik Adalah Urat Nadi Ekonomi dan Kunci Pertumbuhan Nasional
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Carmelita Hartoto menegaskan bahwa logistik memiliki peran sentral dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurut dia, logistik dan ekonomi adalah dua entitas yang tidak dapat dipisahkan. Ini menjadi lebih penting mengingat Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi 8%.
“Logistik itu ibarat urat nadi dalam tubuh manusia. Ia mengalirkan oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh, seperti halnya logistik yang memastikan kelancaran distribusi barang ke seluruh wilayah Indonesia,” ujar Carmelita dalam peluncuran ALFI Convex 2025 di Graha Sawala, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (2/7/2025).
Baca Juga
ALFI Convex 2025, Kolaborasi Logistik Nasional Menuju Indonesia Emas 2045
Carmelita menyebut, tanpa sistem logistik yang lancar, distribusi barang akan terhambat. Hal ini berdampak langsung terhadap keterlambatan pasokan dan menyebakan lonjakan harga barang di pasar. Akibatnya, daya beli masyarakat terganggu dan pertumbuhan ekonomi tertahan.
Sebaliknya, sistem logistik yang efisien mampu mempercepat distribusi, menstabilkan harga, menjaga daya beli, dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Dia pun mengapresiasi capaian Indonesia dalam menurunkan biaya logistik nasional.
“Syukur alhamdulillah, biaya logistik kita saat ini sudah turun menjadi 14,29% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. Ini pencapaian yang patut disyukuri, meskipun pekerjaan rumah kita masih banyak,” ujar dia.
Pemerintah menargetkan biaya logistik ditekan hingga 8% terhadap PDB. Namun, untuk mencapainya tidak mudah. Sebab, logistik merupakan rangkaian proses kompleks dari hulu hingga hilir, mulai perencanaan produksi, penyimpanan, pengemasan, hingga pengiriman ke tangan konsumen akhir.
“Logistik melibatkan banyak pelaku, baik pemerintah, operator pelabuhan, perusahaan transportasi, logistik maupun asosiasi terkait, maka sinergi lintas sektor menjadi mutlak,” ucap Carmelita.
Baca Juga
Pengusaha Mamin Tak Bisa Naikkan Harga Kendati Perang Kerek Biaya Logistik dan Produksi
Dalam kesempatan sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa berbagai negara di Asia Tenggara memiliki biaya logistik rendah. "Berbagai negara lain di ASEAN itu hampir seluruhnya single digit. Jadi kita masih ada nilai yang harus kita turunkan," kata Airlangga.
Airlangga menjelaskan bahwa saat ini pemerintah tengah mempersiapkan langkah untuk mempercepat penurunan biaya logistik nasional. Adapun penurunan biaya logistik menjadi 8% terhadap PDB ditargetkan pada 2045.
"Mudah-mudahan nanti November ini bisa kita persiapkan dan pemerintah juga akan terus (upayakan) termasuk deregulasi di sektor logistik mana agar kita bisa single digit," sebut Airlangga.

