Stasiun Karet Bakal Disulap Jadi Kawasan TOD untuk Atasi Kemacetan, Ini Rencana Penataannya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) mengungkapkan, penataan Stasiun Karet-BNI City guna mewujudkan kawasan integrasi antarmoda atau transit-oriented development (TOD) serta mengatasi kemacetan di Karet, Sudirman, Jakarta Pusat.
"Penataan (kawasan Karet) itu dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta karena itu ada angkot dan segala macam, ada busway juga. Nah, itu nanti di situ (kawasan) akan ada busway-nya. Jadi penataannya itu memang benar-benar rapi, terus pedestriannya seperti apa dari (stasiun) Karet ke BNI City. Terus ruang terbuka hijaunya juga masih ada," ungkap Manager Public Relation KAI Commuter Leza Arlan saat perjalanan KA Bandara dari Manggarai menuju Soekarno-Hatta (CGK), Jakarta, Selasa (1/7/2025).
Baca Juga
Stasiun BNI City Jadi Percontohan Smart Station, Ini Layanannya
Dia menyampaikan, PT KAI, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (DJKA Kemenhub), hingga Pemprov Jakarta masih terus menggodok rencana tersebut bersama stakeholder lainnya.
"Kita (KAI Commuter) juga terus koordinasi sama DJKA, Pemprov DKI. KAI untuk pembangunan Karet ini masih ada proses pengembangan stasiunnya. Dalam arti, kayak integrasinya, terus kenyamanan penumpangnya. Jadi kapannya itu (penutupan Stasiun Karet) masih belum tahu," jelas Leza.
Adapun ruang terbuka hijau di wilayah tersebut, kata Leza, merupakan spot budaya Dukuh Atas yang dikelola Jakarta Creative Zone (JXB)-Buy Local. Adapun JXB-Buy Local adalah fasilitas yang mengintegrasikan pariwisata, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta ruang publik kreatif bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jakarta.
KAI Commuter mengumumkan bahwa Stasiun Karet tidak akan melayani naik-turun penumpang pada April 2025. ''Jadi, penumpang dari pintu Stasiun Karet bisa langsung masuk di (stasiun) BNI City. Nanti, insyaallah, di bulan April (2025) sudah selesai semua (penataannya),'' ungkap Direktur Utama KAI Commuter, Asdo Artriviyanto beberapa waktu lalu.
Asdo menjelaskan, Stasiun Karet tengah dirapikan guna mendukung akses pejalan kaki menuju Stasiun BNI City atau kawasan Dukuh Atas.
"Kita sedang progres pembuatan selasar kanopi yang ada di Stasiun Karet itu disambung dengan (Stasiun) BNI City. Kemudian di paling ujung barat Stasiun BNI City sudah kita buatkan hall yang nanti kita akan pasang kanopi di situ," ujarnya.
Baca Juga
Di sisi lain, VP Corporate Communication KAI Commuter Joni Martinus menuturkan bahwa saat ini KAI Commuter bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) tengah melakukan pembahasan dan koordinasi bersama DJKA Kemenhub untuk mengintegrasikan operasional Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City.
Sebab, lanjut Joni, berdasarkan riset dan pengamatan faktual yang dilakukan, posisi Stasiun Karet hanya berjarak 350 meter dari Stasiun BNI City.
"Pengguna commuter line akan terlayani lebih baik di Stasiun BNI City yang selama ini melayani rata-rata 2.408 orang atau sebanyak 100 orang pengguna per jam setiap hari. Dari sisi kapasitas maksimal, Stasiun BNI City pun dapat menampung penumpang sebanyak 2.000 pengguna setiap jamnya," tutur Joni.

