Progres Bendungan Way Apu Rp 2,15 T Capai 80%, Ini Dampaknya bagi Ketahanan Pangan Maluku
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan Bendungan Way Apu di Kabupaten Buru, Provinsi Maluku, untuk mendukung ketahanan air dan pangan nasional. Proyek ini digarap melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) senilai Rp 2,15 triliun dengan progres fisik hampir 80%.
“Kita sepakat bahwa infrastruktur sumber daya air sangat penting untuk mencapai swasembada pangan. Salah satu contohnya pembangunan bendungan yang kemudian disalurkan melalui sistem irigasi primer, sekunder, hingga tersier langsung ke lahan pertanian,” kata Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangan resmi, Senin (30/6/2025).
Bendungan Way Apu mulai dibangun sejak Desember 2017 dan terbagi dalam dua paket pekerjaan. Paket pertama, berupa konstruksi bendungan utama dikerjakan oleh kerja sama operasi (KSO) PT PP (Persero) Tbk-PT Adhi Karya (Persero) Tbk dengan anggaran Rp 1,11 triliun.
Sementara itu, paket kedua yang mencakup konstruksi saluran pelimpah (spillway) dilaksanakan oleh KSO PT Hutama Karya (Persero)-PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk dengan anggaran Rp 1,04 triliun.
Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Magdalena Tanga menambahkan, progres fisik proyek Bendungan Way Apu telah mencapai 79,8% pada akhir Juni 2025.
Baca Juga
Entitas Alamtri (ADRO) Kebut Pembangunan PLTA Rp 45 T dengan Bendungan Tertinggi di Indonesia
“Kami targetkan seluruh pekerjaan konstruksi dapat selesai pada 2026 dan akan diikuti penyediaan jaringan irigasi agar air dari bendungan dapat segera dimanfaatkan untuk sawah-sawah milik petani di Maluku,” ucapnya.
Adapun pekerjaan konstruksi yang saat ini masih berlangsung, mencakup penimbunan main cofferdam dan main dam, drilling dan grouting main dam, pembetonan spillway, perkuatan tebing, pekerjaan saluran pengarah dan groundsill, backfill, menara intake, jembatan intake, bangunan pengambilan, saluran hantar, rumah katup, proteksi lereng, serta rigid pavement jalan utama.
Magdalena mengatakan, bendungan ini memiliki tinggi 69 meter, lebar puncak 12 meter, panjang puncak 490 meter, luas daerah genangan 273,79 hektare (ha), serta kapasitas tampungan sebesar 50,05 juta meter kubik (m3).
Baca Juga
Progres 80%, Bendungan Mbay NTT Siap "Hidupkan" 6.240 Hektare Lahan Pertanian
“Nantinya bendungan ini dapat menyediakan air irigasi seluas 10.562 ha dan air baku dengan debit 0.205 m3 per detik. Selain itu, dapat mereduksi banjir sebesar 394 m3 per detik, pembangkit listrik berkapasitas 8 MW yang mampu menerangi sekitar 8.750 rumah berkapasitas 900 watt, serta sebagai tempat pariwisata yang untuk mendukung pertumbuhan perekonomian daerah,” pungkasnya.

