AHY: Sektor Perumahan Bisa Tarik Investasi Rp 62,5 Triliun dan Ciptakan 2,3 Juta Lapangan Kerja
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan, jika dilakukan dengan strategi tepat, sektor perumahan bisa menarik investasi publik sebesar US$ 3,8 miliar (Rp 62,5 triliun) dan menciptakan lebih 2,3 juta lapangan kerja baru.
AHY menjelaskan, saat ini sektor perumahan dan permukiman terhubung dengan lebih 185 sektor ekonomi lainnya dan telah menyumbang 10% produk domestik bruto (PDB) nasional, mendukung 7% lapangan kerja, hingga berkontribusi 8% penerimaan pajak nasional.
"Dalam konteks ini, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 3 juta unit rumah per tahun, sebagai bagian strategi integrasi infrastruktur dan pembangunan wilayah," kata AHY saat memberikan sambutan secara daring dalam panel diskusi bersama Bank Dunia dan Indonesia Economic Prospects (IEP) di Jakarta, Senin (23/6/2025).
Baca Juga
Percepat Program 3 Juta Rumah, Pengembang Dukung Usulan Rumah Subsidi Diperkecil
AHY mengatakan, pembangunan rumah layak huni harus menjadi fondasi utama dalam strategi pembangunan nasional. Menurutnya, rumah bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi motor penggerak ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta sarana keadilan sosial.
"Rumah ini juga merupakan pilar untuk mencapai tujuan pembangunan, terutama SDG's 11, untuk membangun kota dan masyarakat," katanya.
Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa pembangunan rumah harus dilihat sebagai titik masuk ke dalam sistem yang lebih besar: pendidikan, kesehatan, ekonomi lokal, dan mobilitas sosial. “Kita harus memikirkan rumah bukan sebagai titik akhir, tetapi titik masuk ke kesempatan dan kehidupan lebih baik,” katanya.
Ketua umum Partai Demokrat itu mengungkap, pada 2045 arus urbanisasi akan semakin masif. Ia memprediksi lebih 70% penduduk Indonesia akan tinggal di kota.
Baca Juga
Djarum dan Baznas Ikut Andil Program 3 Juta Rumah Prabowo, Ini Kontribusi Nyatanya
AHY menekankan pentingnya pendekatan pembangunan terpadu yang menghubungkan perumahan dengan transportasi, pekerjaan, dan layanan dasar. Ia juga menyerukan perlunya sinergi antara investasi publik dan swasta, serta percepatan pemulihan lahan yang adil dan inklusif. “Pembangunan tidak bisa dilakukan secara sektoral dan terfragmentasi. Kita butuh kerangka integratif yang praktis dan regulasi ramping,” ujarnya.
AHY menutup pidatonya dengan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bergandeng tangan membangun masa depan lebih inklusif dan berkeadilan. “Rumah adalah awal dari segalanya, mulai ekonomi, keadilan, dan kemanusiaan,” pungkasnya.

