Djarum dan Baznas Ikut Andil Program 3 Juta Rumah Prabowo, Ini Kontribusi Nyatanya
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan Djarum Group dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) turut andil dalam program 3 juta rumah Presiden Prabowo Subianto.
“Djarum sudah pasti, kalau Baznas masih upaya,” jelas Ara, sapaan akrab Maruarar, dalam pertemuan dengan Asian Development Bank (ADB) di kantornya, Wisma Mandiri 2, Jakarta, Senin (23/6/2025).
Baca Juga
Wujudkan Misi 3 Juta Rumah, Kemenkeu Cairkan Rp 11,5 Triliun untuk Program FLPP
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Tata Kelola dan Pengendalian Risiko Kementerian PKP Brigadir Jenderal Pol (Purn) Aziz Andriansyah menjelaskan, program corporate social responsibility (CSR) Djarum Group akan menyasar 2.500 unit perumahan dan kawasan permukiman di wilayah Jawa Tengah.
“Yang 2.000 itu sanitasi bentuknya, ini bisa dianggap renovasi juga. Yang 500 itu, 300 (unit) bangun baru dan 200 (unit) renovasi,” ungkap dia.
Sementara Baznas, lanjut Aziz, menawarkan 10.000 rumah untuk mendongkrak program hunian Presiden Prabowo. “Kita juga mengupayakan dari Baznas, potensialnya sekitar 10.000 (unit),” tambahnya.
Sebelumnya, PT Astra International Tbk (ASII) berkomitmen membangun dan merenovasi 1.000 rumah di pedesaan melalui program corporate social responsibility (CSR) guna mendorong Asta Cita program 3 juta rumah Presiden Prabowo Subianto. Salah satu yang menjadi fokus di luar Jawa, khususnya Indonesia timur.
Demikian disampaikan Presiden Komisaris Astra International Prijono Sugiarto dalam sambungan telepon bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) di kantor Kementerian PKP, Wisma Mandiri 2, Jakarta, Senin (23/6/2025) malam.
“Kami baru rapat dan menetapkan angka 1.000 (rumah), tetapi yang sudah pasti itu 250 (rumah) pertama, dan segera groundbreaking mungkin Agustus (2025) ini,” katanya.
Baca Juga
Danantara Bakal Suntik Program 3 Juta Rumah Senilai Rp 130 Triliun
Sementara 750 unit sisanya, tambah Prijono, akan dikaji lebih lanjut bersama Kementerian PKP. “Kemudian tentu menyusul (750 rumah), karena harus ada kerja sama antara Astra dan kementeriannya Pak Ara sehingga lebih tepat sasaran,” imbuhnya.
Lebih jauh, Prijono menargetkan pembangunan dan renovasi rumah tersebut akan dilaksanakan di desa-desa sejahtera Astra.
“Ya, renovasi dan membangun, terutama di ‘Desa Sejahtera Astra,’ tetapi kami masih mencari lokasi-lokasi yang tepat untuk perbaikan maupun pembangunan rumah. Saya lebih suka kalau (renovasi dan bangun rumah ini) di luar Jawa juga. Nantinya di Indonesia timur yang memang sangat membutuhkan,” jelasnya.

