Indonesia Suarakan Perlindungan Jurnalis Perempuan dan Media Inklusif di UNESCO
PARIS, investortrust.id - Indonesia menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan pengembangan media inklusif berlandaskan pluralisme, kesetaraan gender, dan perlindungan jurnalis perempuan di kancah global.
Komitmen ini disampaikan Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi Informatika (Kemenkomdigi) Fifi Aleyda Yahya, dalam sidang Biro Intergovernmental Council of International Programme for the Development of Communication (IPDC) UNESCO ke-69 di Paris, Prancis.
“Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid adalah mantan jurnalis perempuan yang sangat peduli pada isu-isu gender terutama menyangkut keselamatan dan perlindungan jurnalis perempuan,” ujar Fifi dalam keterangan resmi, Minggu (22/6/2025).
Baca Juga
Kadin Indonesia: Penetrasi Teknologi di Kalangan Perempuan Pengusaha Masih Jadi Masalah
Indonesia juga memperkuat komitmen tersebut melalui posisinya sebagai wakil ketua IPDC Regional IV Asia-Pasifik periode 2023–2027. Posisi ini menjadikan Indonesia berperan dalam memberikan penilaian dan rekomendasi terhadap proyek-proyek media dan komunikasi yang akan didanai UNESCO.
“Indonesia telah menjalankan tugasnya sebagai anggota Biro IPDC UNESCO dengan mengevaluasi 89 proposal proyek yang sudah dilaporkan ke Sekretariat IPDC pada 18 Mei 2025. Ditambah satu proposal susulan dari Mauritius,” kata Fifi yang juga mantan jurnalis televisi.
Salah satu aspek penting dalam evaluasi tersebut adalah memastikan bahwa proyek-proyek media yang diusulkan selaras dengan prinsip-prinsip dasar perlindungan terhadap jurnalis serta hak atas kebebasan berekspresi. “Indonesia perlu menyampaikan pandangan kritis atas proposal pembangunan media yang akan memperoleh pendanaan IPDC tahun 2025,” tegas Fifi.
Fifi menekankan bahwa perhatian khusus diberikan pada isu keselamatan jurnalis perempuan, terutama dari komunitas adat. Hal ini dinilai penting untuk memastikan keadilan gender dalam pengembangan media di negara-negara berkembang.
Baca Juga
Kementerian UMKM Akui Pelaku Usaha Perempuan Masih Alami Kesenjangan Pembiayaan
Menurut Fifi, keterlibatan Indonesia di IPDC UNESCO menunjukkan posisi negara sebagai aktor penting dalam diplomasi komunikasi dan informasi global. Keaktifan ini sejalan dengan nilai-nilai yang diperjuangkan Indonesia dalam membangun sistem media yang inklusif, adil, dan menjunjung tinggi hak asasi manusia.
“Keaktifan Indonesia di IPDC UNESCO tidak hanya mencerminkan kepemimpinan di sektor komunikasi global, tetapi juga komitmen memperkuat media pluralisme dan gender, serta memastikan suara negara berkembang terdengar,” pungkasnya.

