RI Masih Jauh dari Kemandirian Sektor Kesehatan, Produk Asing Masih Mendominasi
JAWA BARAT, investortrust.id - Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menyebutkan industri alat kesehatan hingga kini masih didominasi dari luar negeri atau impor. Kondisi ini yang menyebabkan Indonesia masih jauh dari kemandirian sektor kesehatan nasional.
Wamenperin Faisol mencontohkan salah satu alat kesehatan, yakni ventilator atau alat bantu pernapasan yang mana pada 2024 nilai impornya mencapai US$ 68,4 juta atau sekitar Rp 1,1 triliun, dan naik dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
"Ini mengindikasikan bahwa tantangan besar kemandirian sektor kesehatan nasional yaitu dominasi produk asing masih sangat penting," ucap Faisol saat ditemui di kawasan Cikarang, Jawa Barat, Kamis (19/6/2025).
Baca Juga
Kemenkes: Alat Kesehatan di RI Baru 20% Diproduksi Dalam Negeri
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengungkapkan sejumlah tantangan pada industri alat kesehatan hingga kini. Di antaranya adalah keterbatasan komponen hingga bahan baku yang belum dapat diproduksi di dalam negeri.
"Memang bahan baku maupun komponen yang bisa menunjang alat-alat kesehatan ini masih banyak impor. Kita harapkan nanti ada supplier dalam negeri yang bisa menggantikan bahan baku atau komponen yang selama ini impor bisa di-support oleh supplier dalam negeri," paparnya.
Di tengah sejumlah tantangan itu, Wamenperin Faisol menyambut baik adanya produksi ventilator yang pertama diproduksi di dalam negeri. Produksi ini melibatkan pabrikan milik PT PHC Indonesia yang bekerja sama dengan perusahaan asal Jerman, Drager.
"Kita berharap Drager maupun PHC Indonesia bisa membantu standarisasi komponen itu sesuai dengan standar yang mereka buat, standar Eropa yang ditentukan," terang Faisol.

