PLN Gelar RUPS di Kementerian BUMN Sore Ini, Direksi dan Komisaris Dirombak?
JAKARTA, Investortrust.id - PT PLN (Persero) menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (18/6/2025) sore. Apakah salah satu agenda RUPST rombak jajaran direksi dan komisaris?
“Iya (ada RUPS PLN). (Agendanya) lihat nanti ya,” ucap Komisaris PLN Dadan Kusdiana saat baru tiba di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu dilansir Antara.
Disinggung agenda RUPST membahas perubahan direksi PLN, Dadan yang juga merupakan sekretaris jenderal (Sekjen) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan bahwa ia belum mengetahui hal tersebut.
“Saya belum tahu (soal pergantian direksi),” kata Dadan.
Berdasarkan pantauan di Kementerian BUMN, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo tiba di Kementerian BUMN sekitar pukul 14.35 WIB. Kedatangan jajaran dewan komisaris PLN menyusul setelah kedatangan Darmawan, termasuk Dadan, dan Komisaris Indpenden PLN Andi Arief.
Andi Arief menjelaskan bahwa RUPS PLN membahas kinerja tahunan perusahaan pelat merah tersebut hasil audit 2024 hingga pencapaian PLN. “Soal keuntungan perusahaan, soal kinerja. Saya belum mendengar (soal perombakan direksi),” kata Andi.
PLN terakhir kali melaksanakan RUPST pada 14 November 2024. Saat itu, Menteri BUMN Erick Thohir memberhentikan lima komisaris dan empat tokoh diangkat sebagai komisaris baru perseroan.
Baca Juga
Ditanya Mahasiswa soal PLN yang Merugi, Rosan Sebut PLN Masih Beri Dividen
Berdasarkan salinan Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-269/MBU/11/2024, lima komisaris yang diberhentikan dalam rapat umum pemegang saham adalah Dudy Purwagandhi, Charles Sitorus, Arcandra Tahar, Mohamad Iksan, dan Nawal Nely.
Sementara itu, empat tokoh yang diangkat Erick Thohir menjadi komisaris baru PLN adalah Wakil Menteri BUMN Aminuddin Ma'ruf, Yazid Fanani, Ali Masykur Musa, dan Jisman Parada Hutajulu selaku dirjen ketenagalistrikan ESDM.
Baca Juga
PLN Fokus Dalam Negeri, Proyek Ekspor Listrik ke Singapura Diserahkan ke Swasta
Rapat juga memberhentikan sekaligus mengangkat kembali Suahasil Nazara sebagai wakil komisaris utama PLN. Di sisi lain, RUPS kembali mengangkat kembali Darmawan Prasodjo sebagai direktur utama dan Sinthya Roesly selaku direktur keuangan PLN.
PLN membukukan laba bersih Rp 17,76 triliun sepanjang 2024 atau turun 19,53% dibandingkan laba bersih 2023 yang mencapai Rp 22,03 triliun. Kendati demikian, pendapatan perusahaan justru mengalami peningkatan.
Dalam laporan keuangan 2024, PLN mencatat pendapatan sebesar Rp 545,38 triliun, naik 11,9% dibandingkan 2023 sebesar Rp 487,38 triliun.

