Budaya Efisiensi Jadi Senjata Baru Pertamina, Ini Cara Cerdas PHE Hemat Rp 11 Triliun
JAKARTA, Investortrust.id - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) berkomitmen membangun culture cost efisiensi di lingkungan subholding upstream PT Pertamina (persero) melalui program Optimus. Kontribusi PHE mencapai 51% dari total capaian nilai optimasi seluruh subholding Pertamina.
Pada 2024 PHE mampu menciptakan nilai tambah dan berhasil meraih cost optimization perusahaan alias lebih hemat sebesar US$ 698,7 juta (Rp 11,3 triliun), meningkat 57% dibandingkan 2023, senilai US$ 442,7 juta (Rp 7,2 triliun).
Baca Juga
Perang Iran-Israel Bikin Minyak Melejit ke US$ 78,50, Pertamina Naikkan Harga BBM?
Capaian ini merupakan salah satu wujud nyata PHE menjalankan kinerja terbaiknya guna menciptakan lingkungan kerja yang efisien dengan tetap menjaga aspek health, safety, security, and environment (HSSE) dan meningkatkan produksi hulu migas sebagai salah satu penunjang ketahanan energi nasional dan mendukung Asta Cita pemerintah.
Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Chalid Said Salim, mengatakan subholding upstream mendapatkan apresiasi dari induk usaha Pertamina sebagai subholding terbaik pada capaian Optimus 2024 dengan kontribusi mencapai 51% dari total capaian nilai optimasi seluruh subholding.
"Capaian cost optimization melalui program ini menunjukan tren meningkat dari tahun ke tahun. Harapannya ini terus dapat ditingkatkan, dan menjadikan cost optimization sebagai budaya dalam pengelolaan bisnis di lingkungan subholding upstream," ujar Chalid dalam sambutannya dalam acara Optimus Award 2024 dan Kick Off OPTIMUS 2025 Subholding Upstream di PHE Tower, Jakarta, dikutip Rabu (18/6/2025).
Pada 2024, program Optimus di lingkup subholding upstream dijalankan melalui beragam inovasi dan efisiensi di berbagai lini, termasuk melakukan cost saving serta sinergi antar-pihak.
Baca Juga
Perang Iran-Israel Meletus, Pertamina Pastikan Pasokan dan Distribusi Masih Aman
Dalam kesempatan tersebut, Komisaris PHE Nanang Untung mengapresiasi seluruh perwira subholding upstream yang telah membukukan pencapaian luar biasa dari tahun ke tahun.
"Meski 2024 menjadi tahun yang challenging, tetapi subholding upstream berhasil membukukan catatan realisasi optimasi tertinggi sepanjang sejarah implementasi Optimus (2021-2024)," kata Nanang.
Pada 2025, menurut Nanang, diperlukan upaya lebih optimal dari tahun sebelumnya untuk mencapai target. "Saya mendorong dari level tertinggi hingga setiap individu untuk mendukung pencapaian target 2025," ujarnya.

