Tenang, Perang Iran-Israel Tak Ganggu Ekspor Batu Bara
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Eksekutif Indonesian Mining Association (IMA) Hendra Sinadia menyebut, konflik bersenjata di Timur Tengah yang melibatkan Iran dan Israel sejauh ini tidak mengganggu ekspor batu bara Indonesia.
Menurut dia, ini dikarenakan tujuan ekspor batu bara Indonesia adalah negara-negara Asia Timur dan Asia Selatan, seperti misalnya China, India, Jepang, dan Korea Selatan.
“Sejauh ini belum ada dampaknya bagi ekspor Indonesia yang sebagian besar tujuan ekspor kita ke Asia Timur dan Asia Selatan,” kata Hendra Sinadia saat dihubungi Investortrust, Selasa (17/6/2025).
Kendati demikian, Hendra tidak menjamin kondisi ini bakal bertahan selamanya. Menurutnya, segala hal bisa saja terjadi mengingat kondisi geopolitik sulit untuk diprediksi.
Baca Juga
China Rem Impor Batu Bara karena Energi Hijau Naik Daun dan Harga Domestik Lebih Murah
Saat ini, harga batu bara terus mengalami kenaikan, di tengah munculnya tanda-tanda peningkatan permintaan. Diketahui, harga batu bara Newcastle untuk Juni 2025 naik US$ 0,75 menjadi US$ 106 per ton.
Sementara itu, harga batu bara Newcastle Juli 2025 mengalami kenaikan US$ 0,55 menjadi US$ 109,5 per ton dan Agustus 2025 terkerek US$ 1 menjadi US$ 111,75 per ton.
Meski begitu, Hendra mengaku sulit memperkirakan apakah kenaikan ini bakal terus berlanjut. “Saya juga kurang tahu apa bakal terus meningkat karena juga tergantung dengan eskalasi konflik yang sulit untuk diprediksi,” ujar dia.

