Kepala BPS Tepis Isu Backlog Hunian Capai 15 Juta Tahun Ini
JAKARTA, investortrust.id – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa backlog hunian secara nasional masih di angka 9,9 juta bukan 15 juta di tahun 2025.
Demikian disampaikannya usai konferensi pers pengumuman Peraturan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Nomor 5 Tahun 2025 tentang Besaran Penghasilan dan Kriteria Masyarakat Berpenghasilan Rendah serta Persyaratan Kemudahan Pembangunan dan Perolehan Rumah.
“Oh nggak belum, nanti kita lihat datanya setelah Susenas (survei sosial ekonomi nasional) 2025 ya. Nanti saya jelasin ya, bukan begitu, bukan,” kata Amalia di Kantor Kementerian Hukum, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (24/4/2025).
"Tentunya, nanti pada bulan Juli (2025), kami akan mengeluarkan hasil Susenas 2025 dan itu akan kita lihat tentunya progres perkembangannya terkait dengan backlog ini," sambungnya.
Baca Juga
Diberitakan, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah mengungkapkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) soal backlog perumahan telah mencapai 15 juta unit pada tahun 2025.
Demikian disampaikannya dalam acara Silaturahmi Nasional (Silatnas) yang diselenggarakan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Nasional (Apersi) di sebuah Hotel, Jakarta Pusat.
''Backlog baru yang secara resmi diumumkan BPS kepada kami (Kementerian PKP) bukan 9,9 (juta) atau 12 (juta) yang disebutkan. Jumlah backlog baru adalah sekitar 15 juta antrean,'' kata Fahri beberapa waktu lalu.
Baca Juga
Melaju ke Final BTN Housing Preneur, Zafland Tawarkan Solusi Backlog Jabodetabek
Sementara itu, lanjut Fahri, backlog untuk rumah tak layak huni (RTLH) masih di sekitar 26 juta unit.
“Jadi, masyarakat kita ini bertumbuh. Jumlah keluarga bertambah, jumlah rumah tidak bertambah secara kuat. Artinya, pasarnya membesar. Mari kita memakai cara melihat pasar yang lebih progresif,” ucap dia.

