Bagikan

Astra Property: Bisnis Hunian Berkembang Lebih Pesat Dibanding Apartemen

JAKARTA, investortrust.id - Presiden Direktur Astra Property, Wibowo Muljono menyatakan, para pengembang properti cenderung meluncurkan proyek rumah tapak ketimbang apartemen atau hunian vertikal.  

Bahkan, menurutnya tren penjualan rumah tapak justru akan berkembang pesat dibandingkan hunian vertikal.  

''Tren market-nya sendiri, pengembang mulai beralih dari pembangunan kondominium ke hunian tapak. Kita memperkirakan memang permintaan kondominium atau apartemen ini akan lebih lambat dibanding hunian tapak,'' kata Wibowo saat media gathering Astra Property di Jakarta Pusat, Selasa (22/4/2025).  

Sebelumnya, Head Research Department Colliers Indonesia, Ferry Salanto mengungkapkan dari beberapa sektor, rumah tapak tetap akan menjadi properti yang paling diminati di 2025.  

Hal ini dikarenakan rumah adalah kebutuhan primer. Selain itu, rumah tapak merupakan model hunian yang paling banyak diminati oleh masyarakat.

Baca Juga

Sektor Properti Masuk 4 Besar Investasi Nasional Capai Rp 122,9 Triliun 

"Karena ini salah satu kebutuhan primer yang continue. Kalau rumah itu problem-nya daya beli dan kemudahan agar terserap. Demand-nya pasti, stok bisa diupayakan. Bisa dari investor lokal dan luar," kata Ferry dalam acara Colliers Virtual Media Briefing beberapa waktu lalu.  

Berbeda dari rumah tapak, apartemen justru perlu mendapat perhatian lebih di 2025. Menurut laporan kuartal IV-2024 Colliers, insentif PPN atau PPN DTP yang juga akan berlaku tahun ini, tidak akan memberikan perubahan besar terhadap tingkat permintaan di pasar apartemen. 

"Penjualan unit yang ready stock (apartemen) ini tidak sebanyak di sektor perumahan. Ada beberapa proyek (apartemen) memang mencoba mengejar, terutama proyek-proyek baru. Tapi karena jangka waktunya (berlakunya PPN DTP) tidak terlalu panjang. Sementara kalau rumah itu bisa dikejar karena bisa per unit dan kurang dari 6 bulan. Apartemen kan agak sulit, butuh 2 atau 3 tahun sampai bisa jadi unit yang bisa mendapat PPN DTP," jelas Ferry.

Baca Juga

Aguan Optimistis Tarif Dagang Trump Tak Buat Sektor Properti Indonesia Lesu

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024